TRIBUNNEWSSULTRA.COM, MAKASSAR - Andi Sumangerukka mengungkapkan alasannya maju menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).
Keputusannya untuk mengabdi di provinsi dengan julukan Bumi Anoa ini, disampaikan dalam Diskusi Success Story dan Peluang Investasi saat Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung disalah satu hotel di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (26/3/2026).
Andi Sumangerukka mengatakan keputusan untuk mengabdi di luar tanah kelahirannya Makassar, bukan hal yang mudah.
Saat menang atau kalah dalam konstestasi, purnawirawan TNI AD ini dihadapkan pada pilihan besar dengan konsekuensi yang sama-sama berat.
Baca juga: Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka Ungkap Pentingnya Kepemimpinan untuk Organisasi
"Ini bukan sekadar soal menag atau kalah, tetapi tentang tanggung jawab yang akan saya emban," ujar pria kelahiran 11 Maret 1963 ini.
Lulusan Akmil 1987 ini menyadari ekspetasi masyarakat sangat tinggi terhadap dirinya, apalagi dengan latar belakang militer.
Keputusan untuk maju di Sulawesi Tenggara terbentuk dari pengalaman kepemimpinannya.
Termasuk ketika dipercaya sebagai Komandan Covid-19 saat menjabat Pangdam XIV/Hasanuddin.
"Selama masa pandemi Covid-19, di banyak daerah biasanya gubernur yang memegang peran itu. Namun di sini, saya sendiri yang langsung turun memimpin," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Andi Sumangerukka Siapkan Program Peningkatan Dokter Spesialis di Sulawesi Tenggara
Mantan Kepala BIN Daerah Sultra ini pun mengungkapkan dua alasan utama yang mendorongnya memilih Sulawesi Tenggara sebagai tempat pengabdian.
Sejarah keluarga menjadi alasan pertamanya untuk mengabdi di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota ini.
Gubernur ASR mengenang masa saat orang tuanya yang bertugas di wilayah terpencil di Sulawesi Tenggara.
“Untuk menuju ke sana harus menggunakan perahu, bahkan bisa memakan waktu berhari-hari bergantung kondisi angin. Orang tua saya membawa delapan anak dalam kondisi yang sangat sederhana,” jelasnya.
Gubernur 63 tahun ini juga mengingat momen saat masyarakat setempat membantu keluarganya tanpa pamrih.
Baca juga: Ulang Tahun ke-63 Gubernur Sultra ASR Dapat Lukisan dari Siswi Tunarungu, Jejak Karier dari Prajurit
"Meski kondisi ekonomi keluarga pemilik perahu saat itu sangat terbatas, tapi mereka tidak pernah meminta bayaran," ujarnya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, tumbuh dalam dirinya perasaan memiliki utang budi kepada masyarakat yang telah membantu keluarganya.
Sementara alasan kedua dirinya terpanggil untuk mengabdi berakar dari nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan Akademi Militer.
"Saya saat Akademi Militer diajarkan untuk tidak bertanya apa yang negara berikan kepada kita, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada negara," ujarnya.
Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan prinsip itulah yang dipegangnya hingga sekarang. (*)
(TribunnewsSultra.com/Tribun-Timur/Rudi Salam)