Dokter Tifauzia Tyassuma membantah merapat ke Solo hingga mundur dari polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dokter Tifa menekankan, akan terus vokal memperjuangkan kritik seusai bulan Ramadhan.
Dilansir dari Tribunnews.com pada Kamis (26/3), Dokter Tifa membuktikan dirinya masih terus melanjutkan kritiknya.
Dokter Tifa memperkenalkan buku terbarunya berjudul Otak Politik Jokowi (OPJ).
Ia menjelaskan, buku itu mengulas pendekatan neuropolitik terhadap kepemimpinan Jokowi.
Termasuk isu pendidikan hingga kebijakan publik.
Hal senada disampaikan kuasa hukum Dokter Tifa, Refly Harun.
Refly menyebut, absennya dr. Tifa dari ruang publik bukan karena mundur.
Ia menyatakan, dokter Tifa fokus menjalankan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan 2026.
“Akhirnya beredarlah spekulasi bahwa saya diam-diam ke Solo menghadap Raja Jawa untuk mengharapkan pengampunan,” ujar Refly membacakan pernyataan dr. Tifa.
“Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, saya ingin memusatkan diri pada ibadah,” tulisnya.
Diketahui sebelumnya, Isu mundurnya Dokter Tifa dari polemik ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi sempat ramai diperbincangkan publik.
Publik menduga, Dokter Tifa menempuh langkah seperti Rismon Sianipar.
Yakni, muncul dugaan bahwa dirinya menghentikan perjuangannya hingga pergi merapat ke Solo.