Israel Klaim Bunuh Komandan AL IRGC Alireza Tangsiri, Selat Hormuz Kembali Memanas
Dedi Qurniawan March 27, 2026 01:32 AM

POSBELITUNG.CO - Militer Israel (IDF) mengeklaim telah melenyapkan sosok kunci militer Iran, Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri.

Operasi mematikan ini disebut berlangsung pada Rabu malam dalam sebuah serangan presisi yang juga menyasar pejabat senior lainnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Tangsiri bertanggung jawab langsung atas blokade di kawasan Selat Hormuz.

“Semalam, dalam operasi yang presisi dan mematikan, IDF telah melenyapkan komandan Angkatan Laut IRGC, Tangsiri," tegas Israel Katz, Kamis (26/3/2026) diansir Tribunnews.

Katz menambahkan bahwa militer akan terus beroperasi di jantung Iran dengan kekuatan penuh guna mencapai tujuan perang mereka.

Hingga saat ini, pemerintah pusat di Teheran belum mengeluarkan komentar resmi terkait nasib sang laksamana muda tersebut.

Peran Strategis Alireza Tangsiri dalam Blokade Selat Hormuz
Tangsiri dikenal sebagai tokoh vokal yang memimpin kampanye maritim Iran melawan kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk.

Ia dituding sebagai otak di balik pemasangan ranjau laut yang mengancam stabilitas jalur distribusi energi dunia.

“IDF telah melenyapkan komandan Angkatan Laut IRGC yang bertanggung jawab langsung atas operasi teroris berupa pemasangan ranjau," lanjut Katz.

Sebelum dikabarkan tewas, Tangsiri masih aktif mengunggah instruksi koordinasi maritim melalui platform media sosial X pada Selasa lalu.

Ia menegaskan bahwa setiap kapal yang melintasi selat harus tunduk pada otoritas maritim Iran demi keamanan kawasan.

Kematian Tangsiri diklaim Israel sebagai pesan penting bagi sekutu mereka, Amerika Serikat, untuk membuka kembali jalur pelayaran.

Tanggapan Benjamin Netanyahu dan Reaksi Donald Trump

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut memberikan pernyataan resmi melalui pesan video singkat mengenai keberhasilan operasi ini.

“Tadi malam, kami melenyapkan komandan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam," ujar Netanyahu dengan nada optimis.

Netanyahu menyebut Tangsiri memiliki "banyak darah di tangannya" akibat keterlibatannya dalam penutupan paksa Selat Hormuz.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras melalui akun Truth Social miliknya terkait negosiasi dengan Iran.

“Mereka sebaiknya segera serius sebelum terlambat, karena jika itu terjadi, tidak ada jalan kembali," tulis Trump memperingatkan.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bersikeras bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi apa pun.

Riwayat Rumor Kematian dan Fakta Ledakan di Bandar Abbas

Klaim kematian Tangsiri kali ini muncul setelah serangkaian rumor serupa yang sempat beredar luas pada Januari lalu.

Tasnim News Agency pada 31 Januari 2026 sempat membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari operasi psikologis.

Kala itu, isu kematian sang komandan dipicu oleh ledakan besar di gedung berlantai delapan di wilayah Bandar Abbas.

Namun, Pemerintah Provinsi Hormozgan menyatakan ledakan tersebut murni insiden domestik yang merusak kendaraan dan melukai sejumlah warga.

Operasi terbaru IDF ini dianggap sebagai serangan nyata yang berbeda dari rumor-rumor tak berdasar di masa lalu.

Eskalasi ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan maritim di Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan.

Update Korban Perang di Timur Tengah Minggu Keempat

Konflik yang kian meluas ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan hebat dengan total korban jiwa melampaui 2.000 orang.

Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 1.200 warga mereka tewas akibat serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat.

Di Lebanon, setidaknya 1.000 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara korban tewas di pihak Israel mencapai 17 orang.

Militer Amerika Serikat juga mencatat kehilangan 13 anggotanya yang tewas dalam tugas selama pertempuran berlangsung.

Teheran dilaporkan telah menolak proposal perdamaian sepihak dari Trump dan mengajukan tuntutan balik untuk menghentikan agresi.

Situasi di kawasan tetap kritis seiring dengan belum adanya tanda-tanda gencatan senjata dari kedua belah pihak. (Sumber : Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.