Berikut teks khutbah Jumat 27 Maret 2026, lengkap dengan bacaan doanya.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُ الصَّالِحَاتُ وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الخيرات وَالْبَرَكَاتُ، وَبِنَوْفِيقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاني بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِينَ الظَّاهِرينَ، أَمَّا بَعْدُ، فَيا أَيُّهَا الخَاصِرُونَ أَوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوْدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ المقوى
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah senantiasa bersyukur kepada Allah swt yang hari ini masih meng-anugrahkan kepada kita kesehatan dan kesempatan utuk bisa berkumpul melaksanakan kewajiban mingguan kita yakni Sholat Jum'at. Semoga ibadah ini menjadi jalan kita mendapat ridho Allah swt.
Sholawat dan Salam semoga senantiasa tersampaikan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, yang hidupnya adalah pedoman bagi umat manusia sepanjang masa.
Selanjutnya marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kita dengan cara menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala apa yang dilarangNya, semoga kita tergolong orang-orang yang bertakwa.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ الْقَاكُم
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.
Ma'asyirol muslimin rahimakumullah.
Pada hari ini kita masih berada pada suasana lebaran, satu bulan penuh melaksanakan puasa Ramadhan yang penuh dengan keutamaan-keutamaan yang Allah siapkan di dalamnya, kini kita berada pada bulan Syawal yang merupakan bulan kesepuluh dalam penanggalan kalender hijriyah. Kehadiran bulan ini selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia. Penetapan awal bulan ini menjadi perhatian kaum Muslimin, karena pada 1 Syawal, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri - hari kemenangan -- setelah menunaikan ibadah shaum selama sebulan penuh pada Ramadhan.
Syawal secara bahasa berasal dari kata Syala yang berarti naik atau meninggi (irtafa'a). Pada bulan ini, kedudukan dan derajat kaum Muslimin meninggi di mata Allah SWT, karena telah menunaikan ibadah shaum pada bulan Ramadhan.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
منْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan tulus karena Allah, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah."
Pada bulan ini pula, umat Muslim secara moral dan spiritual harus mampu mempertahankan dan meningkatkan keimananannya. setelah menempuh ujian selama satu bulan, umat muslim diharapkan bisa mempertahankan nilai-nilai amaliyah yang telah dilakukan pada Ramadhan hingga datang Ramadhan selanjutnya.
Ma'asyirol muslimin rahimakumullah.
Syawal bermakna sebagai bulan peningkatan ibadah dan amal saleh. Kerna bulan syawal ini menjadi hari-hari baru bagi umat muslim setelah disucikan, di fitrikan oleh Allah swt. sehingga amal-amal ibadah selama bulan puasa kemarin dijadikan kebiasaan agar kesucian itu sentiasa terjaga bahkan meningkat menjadi amal yang di cintai sehingga mahabbah Allah selalu tercurahkan dalam hidup.
Sholat terawih yang di kerjakan secara berjamaah menjadi sumbu semangat dalam melaksanakan sholat lima waktu dengan berjamaah, lantunan Qur'an selama ramadhan menumbuhkan kebiasaan membaca Qur'an bagi keluarga dan puasa satu bulan itu menjadi motivasi untuk melaksanakan puasa-puasa sunah sehingga akan terasa perubahan hidup yang lebih nyaman, ringan berkat ibadah yang senantiasa mendatangkan keberkahan dan pertolongan Allah swt.
Seperti halnya bulan-bulan lain pada kelender hijriyah, Syawal memiliki keistimewaan tersendiri. sebagaimana hadist yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim dari Abi Ayyub al-Anshari, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
من صام رمضانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِنَّا مِن شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim: 1164)
Sebagian ulama berpendapat boleh dikerjakan 6 hari di awal bulan dan ada juga pendapat yang membolehkan untuk di kerjakan 6 hari di akhir bulan syawal. Yang pada intinya jika keberkahan hidup yang kita harapkan sebagai mana keberkahan saat puasa pada bulan Ramadhan, maka keberkahan itu bisa kita raih dengan berpuasa sunah di luar bulan puasa dan ber amal seperti amal ibadah pada pulan ramadhan.
Ma'asyirol muslimin rahimakumullah.
Pada bulan Syawal ini pula tertoreh sejarah penting dalam kehidupan Rasulullah SAW serta peradaban Islam. Menurut Ibnu Mandhur dalam Lisan al-Arab, Nabi Muhammad SAW mempersunting Siti Aisyah RA, putri Abu Bakar RA, pada bulan Syawal. Keduanya juga memulai hidup bersama pada bulan Syawal.
Di bulan ini juga, seorang ahli hadis terkemuka bernama Muhammad al-Bukhari lahir. Imam Bukhari terlahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah pada 13 Syawal 194 H. Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, Imam al-Bukhari berhasil menuliskan sebanyak 9.082 hadis dalam karya monumentalnya bertajuk al-Jami'al-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Sejarah peradaban Islam juga mencatat pada 17 Syawal, umat Muslim di zaman Rasulullah SAW mengalami kekalahan dalam Perang Uhud. Pada pertempuran itu, umat Islam mendapatkan pelajaran penting, dari kelalaian umat muslim pada waktu itu.
Allah SWT berfirman dan surat Ali Imran ayat 165,
أولَمَّا أَمَا بَنكُمْ مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ ثَلَيْهَا : قُلْتُمْ إِلَى هَذَا ، قَالَ هُوَ مِنْ عِنْدِ الْفُسِكُمْ *
إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 165)
Dari kekalahan perang badar itu kita belajar, sesungguhnya jika puasa kita atau ramadhan kita merasa belum sepurna, ibadah-ibadah kita masih terasa kurang, sikap dan perilaku belum berubah lebih baik dari sebelumnya, maka sungguh itu atas kelalaian kita sendiri. Oleh karena itu kita jadikan semua itu pelajaran, kita jadikan batu loncatan untuk lebih baik dan terus memperbaiki habluminallah hubungan kita dengan Allah swt, dengan cara berusaha menjalankan perintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya.
Dan kita perbaiki hablumminannas kita yaitu hubungan antar sesama manusia dengan menyambung silaturrahmi, membangun komunikasi yang baik, bersikap yang baik, minta maaf dan memaafkan satu sama lain sebelum kita terlambat dipisahkan oleh maut.
Ma'asyirol muslimin rahimakumullah.
Demikian khutbah kali ini semoga bermanfaat, mampu menggerakkan jiwa kita untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan memperbaiki sikap dan hubungan kita kepada sesame makhluk. Mudah-mudahan kita semua di beri kekuatan untuk itu semua, diberikan kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat dikumpulkan di surga bersama Rasulullah saw dan orang-orang yang kita cintai.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونَفْعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنْ آيَةٍ وَذِكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقْبَلَ الله مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَنَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السميع العليم، وأقول قولي هذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم
الحمدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ والشكر له عَلى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أن لا إله إلا الله والله وحده لا شريك له وأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِى إلى رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا أَمَّا بَعْدُ
فيا أنها النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمر وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَا فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَلَنَى بِمَلا لكنه بقدسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِن الله وملائكتهُ يُصَبور على التي يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى آل سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى البياتك ورسات وملائكة المقربين وارْضَ اللهم عن الخلفاء الراشدين أبي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلَى وَعَنْ بَقِيَّة الصحابة والتابعين وتابعي التابعين لهم بالحسان اليوم الدين وارض عنا معهم برحمتك يا أرحم الرحمين اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسيمين والمسمات الأحياء منهم والأموات
اللهم أخر الإسلام والمسلمين وأذل الشرك والمشركين وانصر عبادك الموحدية والصر من نصر الدين والجدل من خذل المشيمين ودمر أعداء الدِّينِ وَاغْلِ كَلِمَاتِكَ إِلى يَوْمَ الدِّينِ اللَّهُمَّ ادْفَعُ عَنَّا المَلاءِ والبناء والزلازل والمحن وسوء الفتنة والمحن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا اندونيسيا خاصة وسائر البلدان المسلمين عامة يا رب العالمين ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذات النار. ربنا ظلمنا انفسنا وإن لم تغفر لنا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِن الخاسرين.
عباد الله ! إِنَّ الله يأمرنا بالعدل والإحسان واثناء في القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبعي بعضكم لعلكم تذكرون واذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكة ولذكر الله اكبر
Baca juga: Arti Tashafahu Yadz Habilghil, Hadits Tentang Bersalaman dan Membahagiakan Orang Lain dengan Hadiah
Baca juga: Teks Doa Setelah Baca Yasin, Lengkap Tulisan Latin dan Terjemahannya
Baca juga: Doa Agar Ditunjukkan Kebenaran, Allahumma Arinal Haqqo Haqqo Warzuqnattiba’ah Lengkap Artinya
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel