TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengunjungi kawasan permukiman yang terletak di bantaran rel kereta api, Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).
Mengenakan kemeja biru lengan pendek dipadu topi krem, Prabowo masuk ke kawasan permukiman didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kedatangan Prabowo secara tiba-tiba tersebut disambut warga sekitar.
Prabowo menyalami warga sebelum kemudian berjalan di bantaran rel melihat permukiman warga.
Tiba di bantaran rel, Prabowo langsung diserbu sejumlah ibu-ibu.
"Pada sore hari ini, saya menyusuri permukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Terletak sekitar 3 km dari Pusat Kota Jakarta," katanya dikutip dari Instagram resmi Prabowo.
Baca juga: Di Balik MBG hingga Sekolah Rakyat, Kepala Bappisus: Pak Prabowo Suka Nangis Lihat Orang Susah
Prabowo mengatakan kedatangannya ke kawasan permukiman di bantaran rel kereta api Senen tersebut untuk menyerap aspirasi warga.
Presiden berencana membangun hunian yang layak di kawasan tersebut.
"Mendengar aspirasi masyarakat di sana. InsyaAllah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat," katanya.
Baca juga: BGN Gandeng Kejagung Awasi Anggaran MBG Rp 335 Triliun, Ini Kata Relawan Prabowo
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan tekadnya untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia.
"Sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk Masyarakat Indonesia," ucapnya.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini memiliki program pembangunan 3 juta rumah.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo optimistis program tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Menurut Hashim, melalui program tiga juta rumah beragam perbaikan bisa dilakukan, khususnya pada sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
"Sudah disebut oleh Pak Menko, kita bisa mendorong dan bisa mencapai 8 persen bahkan saya yakin bisa lebih dari 8 persen laju pertumbuhan ekonomi," kata Hashim saat memberikan sambutan di acara pencanangan program Rusun Subsidi PT KAI di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Hashim menyebut, dengan kondisi perumahan yang bersih dan sehat nantinya akan membantu perkembangan bagi anak-anak.
Hashim menyebut, tingkat kemiskinan yang terjadi saat ini di Indonesia didominasi karena banyaknya masyarakat yang tinggal di daerah kumuh.
Sehingga kata Hashim, banyak anak-anak yang harusnya menjadi generasi penerus bangsa justru terjangkit penyakit, seperti halnya TBC hingga kondisi gagal tumbuh atau stunting.
"TBC dan stunting, kita sudah tahu kenapa anak-anak kita yang seharusnya dan sebetulnya dalam intinya mereka pinter dan cerdas, tapi karena ada hambatan dari lingkungan, hambatan kesehatan dan sebagainya, skor atau pencapaian akademis sekolah rata-rata rendah karena kesehatan dan lingkungan," ucap dia.
Adik kandung Presiden Prabowo Subianto tersebut lantas menilik kondisi di beberapa negara di Asia yang berhasil maju karena pemerintahnya berhasil memberikan tempat tinggal yang layak untuk warganya.
Kata dia, banyak negara tersebut yang berhasil mencapai keadilan sosial bagi warganya sekaligus berdampak pada pertumbuhan ekonomi di negaranya.
"Kita dengan program perumahan, kita bisa mencapai dua-duanya ya. Keadilan sosial dan juga pertumbuhan ekonomi yang cepat," kata dia.
"Ini sudah terbukti di banyak negara yang saya pelajari sejarah ekonomi China juga demikian, di Jepang, di Korea Selatan, juga di tidak perlu jauh itu di Singapura. Dua-duanya bisa mencapai, kita bisa mencapai keadilan sosial ucap Hashim.