Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi 1 April, Jadi 200 Liter/Bulan
GH News March 26, 2026 11:09 PM
Jakarta -

Malaysia berencana mengurangi kuota BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak imbas konflik di Timur Tengah. Kuota BBM subsidi jenis RON 95 akan dipangkas dari 300 liter per bulan, menjadi 200 liter per bulan mulai 1 April 2026.

Meski demikian, harga BBM bersubsidi RON 95 itu tidak berubah yakni tetap dibanderol RM 1,99 per liter atau setara Rp 8.411 per liter (kurs Rp 4.227 per Ringgit Malaysia). Jika konsumsi warga melebihi kuota yang ditetapkan, baru akan dikenakan harga pasar.

Direktur Strategi Investasi dan Ekonom Negara IPPFA Sdn Bhd, Mohd Sedek Jantan mengatakan penyesuaian kuota BBM subsidi merupakan langkah yang tepat meskipun bukan solusi paling efektif dalam jangka panjang. Tindakan itu dianggap penting karena kenaikan biaya subsidi yang berpotensi mencapai RM 24 miliar tahun ini merupakan risiko fiskal yang besar.

"Menunda tindakan (untuk memangkas subsidi) hanya akan meningkatkan biaya pada akhirnya. Bertindak lebih awal memungkinkan penyesuaian bertahap dan terkontrol, sementara penundaan meningkatkan kemungkinan tindakan yang lebih mendadak dan mengganggu di kemudian hari," ujar Sedek dikutip dari Bernama, Kamis (26/3/2026).

Dari perspektif fiskal, ia mengatakan keputusan pemerintah untuk memangkas jumlah kuota akan menghasilkan penghematan yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

"Singkatnya, pemangkasan kuota mengelola penggunaan di tingkat marginal, tetapi penyesuaian harga mendorong perubahan perilaku nyata dan keberlanjutan fiskal," tuturnya.

Kepala Ekonom CGS International Securities Malaysia, Nazmi Idrus juga mengatakan bahwa penyesuaian kuota BBM subsidi lebih baik ketimbang kenaikan harga RON 95 secara luas.

"Media melaporkan bahwa 90% konsumen menggunakan kurang dari 200 liter bahan bakar sehingga mayoritas masih terlindungi," tutur Nazmi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.