TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Laboratorium Kontainer PCR milik Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sulawesi Barat (Sulbar) dibobol maling.
Kepala Labkesda Sulbar, Hj. St. Mujibah Ahmad, mengonfirmasi aksi pencurian tersebut baru diketahui pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.41 WITA.
Insiden ini mengakibatkan kerugian materiil hingga Rp30 juta, serta hilangnya data aplikasi kesehatan pasien.
Baca juga: Maling Belokkan Arah CCTV ke Tanah Sebelum Curi 2 AC dan 1 Laptop di Lab Kontainer PCR Sulbar
Baca juga: BREAKING NEWS: Lab Kontainer PCR Sulbar Dibobol Maling 2 AC dan 1 Laptop Raib Kerugian Rp30 Juta
Laboratorium kontainer tersebut merupakan aset bernilai tinggi senilai Rp 4 miliar yang merupakan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Mei 2021.
Meski sudah berusia enam tahun, fasilitas ini tetap menjadi aset vital bagi pelayanan kesehatan di Sulbar.
Mujibah memastikan alat kesehatan (alkes) utama di dalam laboratorium tidak ada yang hilang.
Namun, pelaku menggasak sejumlah barang spesifik yang memiliki fungsi krusial, di antaranya 1 unit laptop berisi aplikasi khusus untuk pembacaan hasil dalam pengoperasian alat PCR.
Tanpa laptop ini, pengoperasian alat terhambat karena data aplikasi penting ikut hilang.
Kemudian, 2 Unit AC khusus. Bukan sekadar pendingin ruangan biasa, AC ini merupakan perangkat khusus yang berfungsi sebagai peredam virus saat proses pemeriksaan berlangsung.
Pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan matang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pelaku masuk secara paksa dengan merusak fisik besi kontainer menggunakan linggis.
Selain itu, posisi kamera pengawas (CCTV) di area tersebut sengaja diubah arahnya pelaku.
"Di TKP ada CCTV, cuma pas kami lihat, posisinya sudah menghadap ke tanah. Mungkin digeser oleh pelaku. Padahal biasanya menyorot ke gedung," kata Mujibah.
Pencurian diduga terjadi pada masa libur panjang sekitar tanggal 18 Maret, mengingat pada pemantauan terakhir tanggal 17 Maret, posisi kamera masih terpantau normal.
Faktor keamanan juga menjadi sorotan karena di lokasi tersebut memang tidak ada petugas keamanan (security).
Laboratorium kontainer tersebut sejatinya sedang dipersiapkan untuk difungsikan kembali guna menunjang dua program kesehatan masyarakat yang penting.
Di antaranya yakni pemeriksaan HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks dan pmeriksaan PCR Tuberculosis (TBC).
Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian.
Tim identifikasi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku di balik pencurian aset negara tersebut.
Kejadian terungkap saat Kepala Dinas Kesehatan sedang melakukan kunjungan kerja untuk meninjau fasilitas tersebut.
Petugas mendapati pintu laboratorium dalam kondisi tidak terkunci dan rusak.
Kontainer ini di tempatkan di dekat parkiran depan gedung Labkesda yang berjarak 50 meter.
"Kami panik semua pada saat itu. Ternyata setelah diperiksa, lab dibobol," ujar Mujibah saat ditemui di Kantor Labkesda Sulbar, Jl RE Martadinata, Simboro, Mamuju, Kamis sore. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi