Whoosh Jadi Primadona Mudik 2026: Penumpang Tembus 224 Ribu, Naik 11 Persen!
Budi Sam Law Malau March 27, 2026 02:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Wajah mudik Indonesia benar-benar telah berubah.

Kecepatan kini menjadi kemewahan yang dicari masyarakat.

Hal ini terbukti dari ledakan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh yang mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 11,3 persen pada periode Angkutan Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Volume Penumpang Whoosh Meningkat, Tembus 224.000 Selama Lebaran

Berdasarkan data hingga Kamis (26/3/2026), sebanyak 224.827 orang telah memilih melesat bersama Whoosh untuk merayakan kemenangan di kampung halaman.

Angka ini jauh melampaui catatan Lebaran 2025 yang tertahan di angka 202.007 penumpang.

Rekor Baru di Selasa Keramat

Geliat arus mudik mencapai puncaknya pada Selasa (24/3/2026).

Dalam satu hari saja, Whoosh mengangkut 24.315 penumpang.

Stasiun Halim dan Padalarang menjadi saksi bisu ribuan senyum pemudik yang tak perlu lagi berlama-lama terjebak macet di jalan raya.

Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menyebut tren positif ini mencerminkan pergeseran gaya hidup masyarakat dalam memilih moda transportasi antarkota.

“Kami melihat tren permintaan yang masih sangat tinggi. Volume penumpang harian diproyeksikan tetap konsisten berada di atas angka 20 ribu hingga akhir pekan ini,” ujar Dwiyana di Stasiun Halim, Jakarta Timur.

Baca juga: Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Amankan Mudik Lebaran 2026

Menanti Gelombang Arus Balik

Meski hari raya telah lewat, kesibukan di lintasan kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini belum akan mereda.

KCIC memprediksi gelombang kedua kepadatan akan kembali terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.

Momen tersebut bertepatan dengan berakhirnya masa libur sekolah serta dicabutnya kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi sejumlah perkantoran.

Para pemudik yang sebelumnya menikmati fleksibilitas bekerja dari kampung halaman, kini bersiap kembali ke rutinitas ibu kota.

Kecepatan yang Menyatukan Keluarga

Lebih dari sekadar angka statistik, kenaikan 11 persen ini membawa dimensi human interest yang kuat.

Bagi banyak keluarga, efisiensi waktu yang ditawarkan Whoosh berarti lebih banyak jam yang bisa dihabiskan bersama orang tua dan sanak saudara, ketimbang habis di aspal jalan tol.

"Peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat menjadikan Whoosh sebagai moda transportasi utama. Mobilitas yang tinggi selama libur Lebaran berhasil kami layani dengan tetap menjaga stabilitas operasional," tutup Dwiyana.

Dengan performa yang terus menanjak, Whoosh bukan lagi sekadar proyek infrastruktur, melainkan nadi baru yang mengalirkan kebahagiaan para pemudik dengan lebih cepat dan bermartabat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.