JUARA.NET - General Manajer Ducati, Luigi Dall'Igna tetap optimis di tengah hasil yang belum sesuai harapan.
Ducati berhasil mendominasi pada kompetisi musim lalu, tapi di awal tahun ini mereka memulai dengan cukup kesulitan.
Marc Marquez diketahui mengalami masalah ban di seri pertama Thailand, tapi kemudian berhasil memenangi sprint race di Brasil pekan lalu.
Walau kemudian belum berhasil podium di balapan utama, karena berakhir finish di tempat keempat.
Sementara Bagnaia mengawali kompetisi dengan finish di tempat kesembilan pada balapan utama Thailand dan kemudian gagal finish di balapan utama MotoGP Brasil.
Hasil ini membuat para pembalap Ducati itu belum berhasil memimpin di klasemen dan kalah unggul dari pembalap Aprilia.
Terkait hasil yang diraih para pembalapnya di Brasil, Dall'Igna memahami bahwa tempat baru penuh dengan ketidakpastian.
Meski begitu, tetap ada sisi positif yang mereka dapatkan.
Ia juga meminta agar tim tidak panik, walau hasil belum sesuai harapannya.
"Tempat balapan baru selalu penuh dengan ketidakpastian, terutama mengenai pengaturan teknis dan pengelolaan ban serta sumber daya yang rumit di tengah kecepatan balapan yang tak kenal lelah, dengan tantangan yang semakin besar karena persaingan yang lebih ketat dan konsisten dari sebelumnya," tulis Dall’Igna dalam laporan pasca balapan.
"Bagi kami, ini terbukti sebagai grand prix di bawah ekspektasi, berbeda dengan babak kualifikasi yang brilian, di mana kami mengamankan pole position diikuti dengan kemenangan di balapan sprint hari Sabtu."
"Meskipun demikian, kami wajib untuk menyempurnakan beberapa aspek dan terus bekerja dengan tekun, menjaga kesabaran dan ketenangan tanpa panik."
"Fokus kami harus diarahkan untuk menemukan kembali performa andalan kami dan daya saing yang diperlukan untuk 'menggairahkan' seluruh tim."
Dall'Igna lantas memberikan komentarnya untuk kedua pembalap pabrikan Ducati.
Ia memuji tekad Marc Marquez dan mengkritik kesalahan Bagnaia di kualifikasi yang membuatnya mendapatkan posisi start ke-11.
"Marc menghadapi kesulitan yang tidak biasa, terpaksa berkendara secara defensif karena ia kesulitan menjaga kecepatan dan merasa motornya kurang stabil."
"Meskipun demikian, ia menunjukkan tekad yang luar biasa, berkendara secara agresif untuk memaksimalkan setiap potensi yang ada."
"Namun, bahkan ketangguhan yang biasanya dimiliki seorang juara pun tidak cukup untuk mengatasi kendala yang dihadapi hari itu."
"Selain masalah teknis lainnya, Bagnaia melakukan kesalahan fatal pada sesi kualifikasi."
"Di lintasan dengan konfigurasi seperti ini, di mana menyalip sangat sulit, memulihkan posisi start yang kurang menguntungkan untuk mengubah hasil balapan menjadi tugas yang sangat berat," terangnya.