TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis komunikasi politik, Hendri Satrio memberikan catatan kepada para menteri di Kabinet Merah Putih terkait keaktifan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di lapangan.
Pria yang akrab disapa Hensa ini mengingatkan agar para pembantu presiden tidak salah dalam memaknai kehadiran Seskab dalam berbagai agenda pemantauan program kerja pemerintah di lapangan.
Hal ini menanggapi kehadiran Seskab Teddy yang baru-baru ini mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat memantau arus balik Lebaran 2026 di Terminal Pulo Gebang.
"Seskab Teddy ada di mana-mana. Saya hanya mengingatkan agar para menteri tidak terjebak pada pola 'AsKabPi' atau Asal Seskab Happy, dengan tujuan agar Seskab hanya melaporkan hal-hal yang bagus saja kepada Presiden," kata Hensa kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
Dosen Komunikasi Politik Universita Paramadina ini menilai, kehadiran Teddy di berbagai kegiatan kementerian sejatinya merupakan bagian dari fungsi koordinasi dan memastikan program pemerintah berjalan sesuai rencana.
Namun, ia menekankan agar hal ini tidak memicu persepsi keliru di kalangan menteri.
Menurutnya, jika para menteri mulai menganggap kehadiran Seskab sebagai instrumen pengawasan yang harus ‘disenangkan’, maka objektivitas laporan kinerja kepada Presiden Prabowo Subianto dikhawatirkan akan terganggu.
"Jangan sampai kehadiran Seskab di lapangan disalahartikan. Jika menteri-menteri menjadi tidak objektif dan hanya berupaya membuat Seskab senang, maka rakyat yang dirugikan karena laporan ke Presiden tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan," ujar lulusan Universitas Padjadjaran itu.
Ia menambahkan, Seskab Teddy kemungkinan besar hanya menjalankan fungsi pengawasan agar program pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Oleh karena itu, para menteri diminta tetap fokus pada kualitas kinerja ketimbang aspek pencitraan.
"Teddy menurut saya hanya ingin memastikan semuanya berjalan baik (running well). Itu memang tugasnya. Masalah muncul jika menterinya yang justru merasa khawatir dan akhirnya hanya memilih cari aman," tuturnya.
Diketahui, Seskab Teddy Indra Wijaya mendampingi Menhub Dudy Purwagandhi meninjau pengelolaan puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026) dini hari.
Baca juga: Momen Seskab Teddy dan Menhub Dudy Tinjau Arus Balik di Terminal Pulo Gebang
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pergerakan masyarakat pasca-mudik berjalan aman dan lancar.
Dalam kesempatan itu, Teddy sempat berinteraksi langsung dengan para pemudik untuk menyerap aspirasi terkait pelayanan transportasi.
Teddy menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen mensinergikan langkah antara kementerian, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi gelombang kedua arus balik pada 28-29 Maret 2026.
Sejumlah langkah antisipatif juga disiapkan, mulai dari penerapan rekayasa lalu lintas situasional, pengaturan area istirahat (rest area), hingga pembatasan operasional angkutan barang guna menjaga kenyamanan pengguna jalan.