TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Bagi Siti Patimah Azzahra, hidup sejak awal adalah tentang perjuangan.
Lahir dari keluarga sederhana, ia tumbuh dengan pemahaman bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah.
Namun justru dari keterbatasan itulah, ia belajar satu hal penting yang kini menjadi pegangan hidupnya Hidup tidak ada yang sempurna, belajarlah bersyukur.
Baca juga: Sebanyak 3.159 Anak Nasabah PNM di Dapatkan Beasiswa di Tahun 2025
Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Saat menempuh pendidikan, Siti sempat berada di titik terendah.
Ia harus bertahan dengan kondisi finansial yang terbatas, menyelesaikan skripsi yang tak kunjung rampung, dan menghadapi tekanan hidup seorang diri.
Situasi semakin sulit ketika ancaman mutasi pekerjaan ke lokasi yang jauh dari kampus menghampiri sebuah kondisi yang nyaris menggagalkan mimpinya untuk lulus tepat waktu.
Namun, di tengah situasi tersebut, harapan datang di waktu yang paling dibutuhkan.
Pada April 2017, Siti resmi bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM). Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.
Baca juga: Kisah Nyata Wisatawan asal Tangerang Frustrasi Terjebak 8 Jam di Kawasan Wisata Puncak Bogor
Ia mendapatkan pekerjaan yang lokasinya dekat dengan kampus dan tempat tinggalnya, sebuah kemudahan yang ia yakini sebagai jawaban atas doa yang tak pernah putus dipanjatkan.
Dengan penuh rasa syukur, Siti akhirnya mampu menyelesaikan kuliahnya dan wisuda tepat waktu. Tak berhenti di sana, kerja kerasnya langsung berbuah manis.
Di tahun yang sama, ia terpilih sebagai salah satu Best Employee.
Dari ribuan karyawan, hanya sekitar 60 orang yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan penghargaan ke Jakarta. Perjalanan itu menjadi sangat bermakna bagi Siti.
Itu adalah kali keduanya menginjakkan kaki di Jakarta. Pertama kali, ia datang saat masih kecil bersama sang ayah. Kini, ia kembali dengan cerita yang berbeda, sebagai sosok yang berhasil menjemput prestasinya sendiri.
Baca juga: Hemat Rp1,5 Juta! Kisah Warga Depok Rela War Tiket Mudik Gratis Berhari-hari demi Lebaran di Solo
Bagi Siti, perjalanan tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan simbol bahwa masa lalu tidak membatasi masa depan.
Tahun 2018 menjadi babak yang lebih besar dalam hidupnya.
PNM memberinya reward berupa kesempatan menunaikan ibadah umroh untuk pertama kalinya. Di saat yang sama, ia juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Manager Regional Mekaar (MRM).
Kepercayaan itu menjadi titik penting yang menandai bahwa perjuangannya selama ini tidak sia-sia.
Kini, Siti masih mengemban amanah sebagai MRM Serang 1, berperan aktif dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar.
Perjalanan pengabdiannya terus berlanjut, dan dedikasinya kembali mendapatkan apresiasi.
Pada tahun 2024, ia kembali menerima reward umroh kedua atas kinerjanya selama 2023 sebuah pencapaian yang dahulu bahkan tak pernah ia bayangkan.
Tak hanya itu, pada tahun 2025, Siti melangkah lebih jauh dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), sebuah kesempatan yang juga difasilitasi oleh PNM.
Baca juga: Dulu Pemuda Bersumpah untuk Bersatu, Pemuda PNM Kini Bersumpah untuk Memberdayakan Akar Rumput
Dengan semangat #PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM, langkah ini menjadi bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas waktu, selama seseorang berani memperjuangkannya.
Bagi Siti, perjalanan hidupnya adalah rangkaian pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan.
“Dalam setiap fase hidup, selalu ada tantangan yang membuat kita hampir menyerah. Tapi saya percaya, selama kita terus berusaha dan bersyukur, akan selalu ada jalan yang dibukakan,” ungkapnya.
Kisah Siti Patimah Azzahra menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan kerja keras, doa, dan rasa syukur, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya.
Dari seorang anak sederhana yang hampir kehilangan harapan, kini ia berdiri sebagai sosok yang tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan bagi banyak orang di sekitarnya.