Serangan Meningkat, Iran Pilih Melawan di Tengah Klaim Negosiasi dengan AS
Ansari Hasyim March 27, 2026 01:03 AM

Serangan Meningkat, Iran Pilih Melawan di Tengah Klaim Negosiasi dengan AS

SERAMBINEWS.COM – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas dengan intensitas serangan yang semakin meningkat di berbagai wilayah.

Israel bahkan disebut telah melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Isfahan, Iran tengah, sebagai bagian dari gelombang operasi militer bersama dengan Amerika Serikat.

Di tengah eskalasi tersebut, muncul klaim yang saling bertentangan terkait upaya negosiasi.

Baca juga: Trump Ejek Inggris dan NATO, Sebut Kapal Induk Seperti Mainan di Tengah Konflik Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh pemerintah Iran yang menegaskan tidak ada negosiasi dan memilih untuk terus melakukan perlawanan terhadap serangan yang mereka sebut sebagai agresi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk berunding dan akan tetap bertahan menghadapi tekanan militer.

Di lapangan, dampak konflik terus meluas.

Media Iran melaporkan korban sipil, termasuk dua remaja laki-laki yang tewas akibat serangan di kawasan permukiman di Shiraz.

Selain itu, Amerika Serikat dikabarkan telah menghantam sekitar dua pertiga fasilitas produksi rudal dan drone Iran sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan militernya.

Baca juga: Selain Selat Hormuz, Iran Akan Tutup Selat Bab el-Manded Jika AS Berani Menjajah Pulau-pulau Iran

Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk.

Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan puluhan drone yang menargetkan fasilitas vital di Provinsi Timur.

Uni Emirat Arab juga menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menghalau rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.

Sementara itu, Bahrain melaporkan kebakaran di salah satu fasilitasnya yang diduga akibat serangan.

Di Israel, militer melaporkan adanya gelombang rudal dari Iran yang menghantam wilayah tengah dan utara negara tersebut.

Kelompok Hizbullah juga dilaporkan menembakkan roket ke wilayah Galilea Barat, menambah kompleksitas konflik yang kini melibatkan banyak pihak.

Baca juga: Selain Selat Hormuz, Iran Akan Tutup Selat Bab el-Manded Jika AS Berani Menjajah Pulau-pulau Iran

Pasukan Israel bahkan disebut telah memasuki wilayah Lebanon selatan dan terlibat dalam pertempuran darat dengan Hizbullah.

Situasi ini turut memicu kekhawatiran global, terutama di sektor ekonomi.

Harga minyak dunia mengalami kenaikan seiring meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama terkait Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi.

Selain itu, para analis memperingatkan potensi gangguan serius terhadap pasokan pangan global akibat konflik berkepanjangan ini.

Secara keseluruhan, perang yang terus berkembang ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu krisis global yang lebih luas jika tidak segera mereda.

Baca juga: Mengapa Harga Emas dan Saham Anjlok di Tengah Perang Iran?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.