Tribunlampung.co.id, Medan - Detik-detik truk bermuatan baja ringan tak kuat menanjak hingga mundur dan menghantam 1 mobil hingga ringsek, mengakibatkan 3 orang sekeluarga tewas.
Insiden mengerikan tersebut terjadi tepatnya di jalur alternatif lingkar luar Parapat yakni ruas Pondok Buluh - Sitahoan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, pada Selasa (24/3/2026) siang.
Tiga orang yang dikabarkan tewas dalam kecelakaan maut tersebut merupakan satu keluarga.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribun-Medan.com, para korban diketahui merupakan bagian dari rombongan asal Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang berencana berlibur ke Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Truk yang tak kuat menanjak itu menabrak Toyota Kijang yang berisi enam penumpang.
Baca juga: 13 Tewas 36 Luka Berat Akibat Kecelakaan Selama Mudik Lebaran 2026 di Lampung
Korban tewas antara lain Sunarno (50 tahun) yang merupakan sopir Kijang, disusul penumpang bernama Jihan Meilani Nst (17) dan Yeni Hafizah Putri (17).
Para korban masih satu keluarga besar.
Keluarga korban, Reynaldi menyampaikan bahwa para korban beranjak dari Riau untuk berwisata ke Danau Toba.
Ia sendiri mendapat kabar bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi.
"Kami dari Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir. Kemudian sudah beberapa kali istirahat sebelum kecelakaan."
"Jadi lewat jalur itu, trus ada truk muatan baja ringan gagal nanjak, mundur terus hantam mobil keluarga kami," kata Reynaldi yang terus mengucap astagfirullah.
Dengan nafas yang masih terengah-engah, Reynaldi menyampaikan bahwa ada beberapa rombongan keluarga yang memanfaatkan momen lebaran dari Riau termasuk dirinya.
"Jadi kami beda mobil. Kami mau ziarah sementara mereka sekalian mau liburan rencananya," kata Reynaldi.
Adapun identitas korban/penumpang Toyota Kijang yakni:
Korban Meninggal Dunia:
Sunarno (Perkiraan 50 tahun) - Sopir
Jihan Meilani Nst (17)
Yeni Hafizah Putri (17) - Sepupu Jihan Meilani
Korban Luka-luka:
Sukarno (kakek Jihan Meilani)
Watini (Istri Sukarno)
Fahmi Muhajir Nasution (adik Jihan Meilani)
Korban meninggal saat ini dievakuasi ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Adapun korban luka-luka mendapatkan perawatan di Puskesmas Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun.
Peristiwa bermula saat minibus bernomor polisi BM 1796 UL tengah melaju di jalur menanjak menuju arah Danau Toba, Parapat.
Di depan mereka, terdapat truk BK 9233 CE yang diduga tidak kuat menanjak.
Truk tersebut kemudian mundur dan menghantam minibus tepat di belakangnya.
Kerasnya benturan membuat bagian depan minibus hancur dan menjepit para penumpang di dalamnya.
“Informasi yang diterima, truk tidak mampu menanjak lalu mundur menabrak kendaraan mertua saya,” ujar Aminullah (45), ayah dari seorang korban tewas, saat ditemui di RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar.
Kecelakaan ini merenggut nyawa sopir minibus dan dua orang remaja.
Ketiga jasad korban telah dievakuasi ke ruang instalasi jenazah RSUD Djasamen Saragih.
Adapun identitas korban tewas adalah: S (50) – Sopir minibus, J (17) – Anak sulung Aminullah, YP (17) – Anak dari adik mertua Aminullah.
Selain korban jiwa, tiga penumpang lainnya yaitu, kedua mertua Aminullah dan anak Aminullah, mengalami luka-luka.
Dua orang dilaporkan luka ringan, sementara satu orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Aminullah menceritakan bahwa rombongan keluarganya sempat berpisah jalur sebelum insiden terjadi.
Ia sedang melayat ke Lubuk Pakam, Deli Serdang, sementara rombongan mertua dan anaknya singgah di Kabupaten Batu Bara sebelum bertolak ke Danau Toba, Parapat.
“Dapat infonya tadi sekitar jam dua siang pas lagi di Tebing Tinggi, langsung ke sini mengurus korban luka dan anak saya yang meninggal,” ucap Aminullah dengan nada duka.
Keluarga korban berharap pihak Kepolisian Resor Simalungun menangani kasus ini secara serius dan meminta pertanggungjawaban dari pihak penyedia jasa angkutan truk tersebut.
Hingga Selasa malam, petugas kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, IPDA Yancen Hutabarat, belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai status sopir truk maupun detail teknis penyebab kecelakaan.
Proses penanganan jenazah di rumah sakit baru dimulai sekitar pukul 18.40 WIB setelah mendapatkan koordinasi dan persetujuan dari pihak kepolisian yang bertugas di lapangan.