Identitas ASN Tewas Dalam Kecelakaan di Sangihe Sulut, Motor Tabrak Pos Kamling dan Masuk Jurang
Indry Panigoro March 27, 2026 04:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Peristiwa itu berlangsung di kawasan pertigaan Kampung Lapepahe, Kecamatan Manganitu Selatan, Sangihe.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit sepeda motor yang mengalami insiden tunggal hingga menyebabkan korban jiwa.

Seorang perempuan yang diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) meninggal dunia dalam kejadian ini.

Motor yang digunakan berwarna merah hitam dengan nomor polisi DB 6000 AA, dikendarai oleh MYS (33), warga Kampung Lapango I yang berprofesi sebagai ASN.

Ia saat itu membonceng seorang perempuan berinisial AS (19), yang masih berstatus pelajar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri ibadah duka di Kampung Kalama Darat, Kecamatan Tamako, menuju Kampung Lapango I.

Saat melintasi jalan menurun di kawasan Gunung Panggelemang, tepatnya di pertigaan Kampung Lapepahe, diduga rantai motor tiba-tiba putus.

Kondisi ini membuat kendaraan kehilangan kendali.

Motor kemudian menghantam pos kamling yang berada di sisi jalan sebelum akhirnya terjatuh ke dalam jurang di sekitar lokasi kejadian.

Akibat benturan keras tersebut, pengemudi dan penumpang mengalami luka serius.

Warga bersama pihak keluarga segera mengevakuasi korban menuju Puskesmas Lapango.

Karena kondisi MYS sangat kritis, ia kemudian dirujuk ke RS Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, AS masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.

Pihak kepolisian Polsek Manganitu Selatan telah menerima laporan kejadian ini dan masih melakukan proses penanganan serta penyelidikan lebih lanjut.

10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

Tentang Sangihe

Sangihe adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Ibukota Kebupaten Kepulauan Sangihe adalah Tahuna.

Sebelum Pemekaran Kabupaten ini bernama Daerah Tingkat II Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud (SATAL), dan merupakan induk pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro pada tahun 2002 dan 2007.

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 736,98 km⊃2;. Penduduk Sangihe pada pertengahan 2024 sebanyak 137.450 jiwa.

Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao, Filipina serta berada di bibir Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik.

Wilayah kabupaten ini meliputi 3 klaster, yaitu Klaster Tatoareng, Klaster Sangihe dan Klaster Perbatasan, yang memiliki batas perairan internasional dengan Provinsi Davao Occidental di Pulau Mindanao, Filipina.

Jarak garis lurus (udara) dari Tahuna ke Manado adalah sekitar 235 kilometer (atau setara dengan 146 mil).  

Jarak Perjalanan dari Pelabuhan Sangihe ke Pelabuhan Manado Ibu Kota Provinsi Sulut umumnya ditempuh menggunakan kapal feri atau kapal cepat dengan waktu tempuh sekitar 5-10 jam perjalanan via laut.

Jalur Laut (Kapal/Feri):Jarak tempuh melalui laut bisa bervariasi tergantung rute kapal (apakah singgah di pulau lain seperti Siau atau tidak).

Waktu tempuh dengan kapal cepat biasanya memakan waktu sekitar 5 hingga 7 jam, sedangkan kapal malam (feri) bisa memakan waktu sekitar 10 hingga 14 jam. 

Sementara Jalur Udara (Pesawat):Rute ini menghubungkan Bandara Naha (NAH) di Tahuna dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi (MDC) di Manado.

Waktu tempuh penerbangan biasanya memakan waktu sekitar 50 menit hingga 1 jam.

Kabupaten Kepuluan Sangihe terdiri atas 105 pulau kecil dan sangat kecil dimana 26 pulau berpenghuni dan 79 pulau tidak berpenghuni.

Berada antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Mindanao (Republik Pilipina).

Sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan.(EDU/TIM)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.