TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Tina Talisa mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
Tina yang hadir dengan kebaya putih dan bawahan batik menyebut, kunjungan ini mewakili jajaran Stafsus Wapres untuk bersilaturahmi langsung dengan Jokowi.
Seperti diketahui, Wapres Gibran Rakabuming Raka memiliki 4 stafsus yaitu Tina Talisa, Achmad Adhitya, Nico Harjanto dan Suwardi. Namun dalam pertemuan itu, hanya Tina dan Suwardi yang menemui Jokowi di Solo.
“Kami mewakili staf khusus wakil presiden, ada Pak Suwardi, senior kami dan juga saya, hadir silaturahmi kepada presiden ke-7, Bapak Jokowi,” kata Tina dikutip, Kamis (26/3/2026).
Ia menyampaikan, pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan.
Dalam pertemuan itu, Jokowi juga memberi sejumlah wejangan terkait kondisi kebangsaan. Salah satunya adalah pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah dinamika nasional.
“Pesan beliau, kita sama-sama terus jaga persatuan, kerukunan, dan mudah-mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat lahir batin, itu yang paling penting,” ucap eks presenter TV peraih Panasonic Gobel Award 2012 ini.
Adapun salah satu diskusi antara Tina dengan Jokowi yakni soal perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Proyek tersebut sebelumnya dipastikan akan dilanjutkan bahkan dipercepat oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: WSBP Bayar CFADS Tahap VII Sebesar Rp 109,2 Miliar, Proyek Sekolah Rakyat-IKN Dipastikan Jalan Terus
Pemerintahan Prabowo menunjukkan komitmen keberlanjutan pembangunan tersebut lewat penganggaran Rp48,8 triliun untuk tahun 2025-2029.
Tina mengungkap, semangat persatuan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan program-program strategis pemerintah, termasuk pembangunan IKN yang membutuhkan dukungan semua elemen.
“Tadi saya juga diskusi soal IKN dengan Pak Jokowi. Saya terakhir ke IKN itu 21 Januari 2026 sebagai tindak lanjut arahan Pak Wapres untuk mendorong agar kami dari Sekretariat Wakil Presiden secara bergiliran dan bergantian berkantor dalam kawasan IKN. Langkah ini juga menegaskan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia,” kata Tina.
(*)