Bahlil Diminta Prabowo Cari Pasokan Minyak ke Semua Negara, Komisaris Pertamina: Stoknya 20 Hari
ninda iswara March 27, 2026 05:51 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait langkah strategis energi nasional.

Ia menyebutkan bahwa dirinya bersama tim diminta segera bergerak mencari pasokan minyak dari berbagai negara di dunia.

Langkah ini sekaligus diiringi upaya untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki Indonesia saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan usai peninjauan pasokan BBM di SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi bagi masyarakat.

Kondisi ini tak lepas dari dampak konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca juga: Bagaimana Nasib Kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro di Selat Hormuz? Bahlil: Masih Negosiasi

Meski begitu, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM di dalam negeri masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena distribusi energi tetap berjalan baik di tengah tekanan global.

"Namun, kita harus menyadari bahwa kondisi geopolitik ini tidak ada seorang pun yang dapat meramal, bahkan dalam berbagai analisa itu rasanya sih kita berdoa agar bisa selesai perang dengan baik, cepat," ucapnya.

Pemerintah pun terus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan demi menjaga ketahanan energi nasional.

Keterangan Komisaris PT Pertamina

Sebelumnya, Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah pada Rabu (25/3/2026).

Setelah bertemu dengan Jokowi, Hasan sempat buka suara perihal distribusi minyak di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah.

Menurutnya, pemerintah sedang mencari cara agar pasokan minyak dalam negeri tetap aman imbas perang antara AS-Israel dengan Iran.

"Dari pemerintah arahannya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sejak pertama kali perang meletus. Pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa, mengenai harga, pasokan, dan Pertamina sebagai operator mengikuti arahan pemerintah," ucap Hasan, dikutip dari TribunSolo.com.

Menurutnya, pemerintah Indonesia sedang memikirkan opsi untuk mencari pasokan minyak dari negara lain.

"Dari sisi pasokan, kita mencari sebanyak mungkin sumber-sumber yang tidak tertahan di Selat Hormuz. Ada sumber-sumber di tempat lain seperti dari Afrika dan Amerika." 

"Sejauh ini cadangan kita terus diperbarui sehingga kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi oleh Pertamina," sambungnya.

Hasan juga tak memungkiri bahwa harga minyak dunia mengalami kenaikan. Namun, pemerintah belum membuat kebijakan kenaikan BBM dalam negeri.

"Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga," jelasnya.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Menkeu Purbaya Sebut Belum Mengganggu, Rocky Gerung: Asal Prabowo Senang

STOK BBM JELANG LEBARAN - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta terkait jaminan stok dan harga BBM nasional menjelang Idul Fitri.
STOK BBM JELANG LEBARAN - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta terkait jaminan stok dan harga BBM nasional menjelang Idul Fitri. (Tribunnews Bogor/Tribunnews.com/Tribunnews.com)

Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan itu menegaskan bahwa pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.

"Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, kemarin ditanya stoknya masih 20 hari. Besok ditanya masih 20 hari juga, karena stoknya terus diperbarui. Setiap hari seperti itu, minggu depan ditanya stoknya 20 hari. Pasokannya masuk terus," paparnya.

Menurutnya, pembaruan stok BBM setiap hari tersebut bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat. 

Ia menekankan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kelangkaan minyak.

"Pemerintah selalu mengarahkan kita mengantisipasi jauh-jauh hari dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu panic buying." 

"Pemerintah akan melakukan penyesuaian, sudah ada ide dan rencana dari pemerintah untuk penghematan dari sisi konsumsi BBM. Jangan panik, sampai hari ini baik-baik saja. Insyaallah pemerintah mengusahakan yang terbaik," pungkasnya.

(TribunTrends/Tribunnews/Deni)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.