Gelar Dicabut, Senegal Keukeuh Adakan Parade Trofi Piala Afrika 2025 di Paris
Zulfikar Pamungkas March 27, 2026 07:33 AM

SEBASTIEN BOZON/ AFP
Senegal bersikukuh mengadakan parade trofi Piala Afrika 2025 meski gelar juaranya telah dicabut oleh CAF.

BOLASPORT.COM - Federasi sepak bola Senegal, FSF, keukeuh mengadakan parade trofi Piala Afrika 2025 meski gelar juaranya telah dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF).

Parade trofi ini akan dilakukan di Paris, Prancis, saat Timnas Senegal melakoni laga persahabatan kontra Peru, Sabtu (28/3/2026) WIB.

Sebelumnya, CAF mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 yang diraih Singa Teranga itu pada pada Rabu (18/3/2026) WIB.

Dicabutnya gelar juara yang diraih Senegal tak lepas dari insiden yang tercipta di final kala melawan Maroko.

Saat itu, Sadio Mane dkk. melakukan aksi walk-out di masa injury time usai wasit memberikan hadiah penalti untuk Singa Atlas.

Aksi walk-out itu dilakukan selama kurang lebih 15 menit dan meski tak lama, aksi tersebut dirasa cukup untuk mencabut gelar juara yang diraih Senegal.

Walhasil kemenangan 1-0 Senegal atas Maroko dibatalkan dan nama terakhir dinyatakan sebagai juara dengan kemenangan 3-0.

Sejak keputusan itu diumumkan, FSF selaku federasi sepak bola Senegal menolak ketetapan yang dikeluarkan CAF.

Terkini, FSF akan tetap menggelar parade trofi Piala Afrika 2025 meski saat ini gelar juaranya sudah dicabut.

Dilansir BolaSport.com dari BBC Sport, parade trofi ini akan digelar tepat sebelum laga kontra Peru dimulai.

Presiden FSF, Abdoulaye Fall, akan tetap mengadakan parade trofi itu sebagai bentuk protes atas putusan CAF.

 Secara tegas Abdoulaye sudah menolak keputusan dari induk sepak bola Afrika tersebut yang dinilainya sebagai perampokan secara administratif.

"FSF menolak untuk menerima ini, (karena) bisa dibilang sebagai perampokan administratif paling terang-terangan dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga kita," ujarnya.

Penolakan ini tak hanya di mulut saja lantaran kabarnya FSF sudah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal CAS, Matthieu Reeb, yang menyebut jika pihaknya telah menyiapkan arbiter ahli untuk sengketa ini.

Bahkan Reeb memastikan jika proses arbitrase akan dilakukan dengan secepat mungkin agar keputusan final dapat segera diambil.

"CAS sangat siap untuk menyelesaikan jenis sengketa ini, dengan bantuan arbiter ahli dan independen," ucapnya, dikutip BolaSport.com dari ESPN.

"Kami memahami bahwa tim dan penggemar ingin mengetahui keputusan akhir (terkait gelar juara Piala Afrika 2025)."

"Kami memahami bahwa tim dan penggemar ingin mengetahui keputusan akhir (terkait gelar juara Piala Afrika 2025)."

"Kami akan memastikan bahwa proses arbitrase dilakukan secepat mungkin, sambil menghormati hak semua pihak untuk mendapatkan sidang yang adil," lanjutnya.

Menurut mantan Kepala Panel Disiplin CAF, Raymond Hack, ada kemungkinan proses arbitrase akan berlangsung selama 6 bulan lamanya.

Praktis proses penyelesaian sengketa ini akan berlangsung saat Timnas Senegal dan Maroko bertarung di Piala Dunia 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.