SURYAMALANG.COM, - Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan blusukan secara sembunyi-sembunyi di pemukiman bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026) sore berakhir dengan kejutan besar bagi warga setempat.
Meski telah berupaya menyamar menggunakan mobil pribadi dan pengawalan super minim, kehadiran Presiden tetap terendus oleh masyarakat yang langsung mengerumuninya untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam kunjungan mendadak tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk segera membangun hunian layak bagi warga yang tinggal hanya 3 kilometer dari pusat kota Jakarta tersebut.
Dalam kunjungannya, Prabowo menggunakan mobil minibus hitam bernomor polisi B 2962 BRU pelat hitam.
Rombongan mobil yang mengiringinya pun sedikit.
Melalui akun Instagram resminya, Prabowo turut membagikan momen tersebut.
Terlihat, Prabowo yang juga diserbu sejumlah ibu-ibu, menyalami warga sebelum kemudian berjalan di pinggir rel melihat pemukiman warga.
"Pada sore hari ini, saya menyusuri pemukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Terletak sekitar 3 km dari Pusat Kota Jakarta," katanya dikutip dari Instagram resmi Prabowo.
Baca juga: Purbaya Siapkan Skema Potong Gaji Menteri: Nominalnya Terlalu Besar, Wacana Presiden Prabowo
Prabowo mengatakan, kedatangannya ke kawasan pemukiman di bantaran rel kereta api Senen itu untuk menyerap aspirasi warga.
Presiden berencana membangun hunian yang layak di kawasan tersebut.
"Mendengar aspirasi masyarakat di sana. Insya'Allah Kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat," katanya.
Baca juga: Strategi Efisiensi MBG Rp40 Triliun Demi Hemat APBN, Purbaya Klaim Tanpa Potong Anggaran Program
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan tekadnya untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia.
"Sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk Masyarakat Indonesia," ujarnya.
Pemerintahan Prabowo Subianto saat ini sedang mengebut pembangunan hunian warga lewat program 3 juta rumah.
Program Pembangunan dan renovasi 3 juta rumah itu bertujuan untuk memberikan akses hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan kelas menengah bawah, serta mempersempit kesenjangan antara masyarakat kota, desa, dan pesisir.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, kunjungan Presiden tersebut sangat mendadak, karena ingin melihat langsung kondisi warga yang masih tinggal di pinggir rel.
"Iya betul, Pak Presiden tadi sore tiba-tiba mendadak ingin melihat warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api di daerah Senen," kata Teddy, Kamis.
Baca juga: Anies Baswedan Puji Kerendahhatian Didit Prabowo Saat Sholat Idul Fitri di Al-Azhar, Tolak Saf Depan
Kunjungan Presiden tersebut bersifat incognito atau tertutup.
Jumlah perangkat yang mendampingi Presiden sangat sedikit termasuk Paspampres yang bertugas menjaga keamanan.
Presiden, kata Teddy berniat menyamar dalam Kunjungannya itu.
"Ya dadakan dan mau nyamar rencananya, pakai mobil biasa dan sedikit sekali Paspampres, ternyata warga kaget dan antusias menyambut beliau," katanya.
Baca juga: Open House Presiden Prabowo Subianto: Harapan Ojol hingga Warga, Hampir 60 tahun Akhirnya ke Istana
Setelah melakukan tinjauan, Presiden kata Teddy ingin membangun hunian yang layak bagi warga bantaran rel yang letaknya tidak jauh dari pusat kota Jakarta tersebut.
"Pak Presiden ingin membangunkan rumah layak untuk warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api, 3 km dari pusat kota Jakarta," katanya.
Menurut Teddy, kunjungan Presiden tersebut mendapat sambutan hangat dari warga.
Banyak dari mereka yang kaget ada seorang Presiden mau meninjau ke wilayah pinggir rel.
"Tadi banyak warga yang kaget dan menyampaikan baru kali ini ada Presiden yang datang ke daerah itu," ujarnya.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (25/3/2026), Teddy bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau langsung pengelolaan puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.
Seskab Teddy dan Menhub Dudy melakukan peninjauan di terminal bus terbesar di Indonesia itu pada pukul 01.00-02.00 WIB. untuk memastikan pergerakan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman.
Teddy menyatakan, dirinya diajak oleh Dudy untuk mengecek terminal sekaligus berbincang dengan para pemudik.
"Tadi jam 1 malam diajak Pak Menhub mengecek puncak arus balik di Terminal Pulo Gebang," ujarnya melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Rabu.
"Alhamdulillah, setelah tanya-tanya langsung ke para pemudik di bus, mereka sampaikan di perjalanan lancar & nyaman. Ya sekalian sapa-sapa, salaman, foto-foto sedikit bikin happy pemudik," sambungnya.
Baca juga: Isi Tas Zakat Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Jelang Idulfitri di Istana, Khidmat Berdoa
Teddy menjelaskan, pemerintah terus memastikan arus mudik dan arus balik pada tahun ini berjalan dengan baik.
Hal itu didukung oleh sinergi antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait.
Menurutnya, pemerintah juga sudah menyiapkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi gelombang kedua arus balik pada 28-29 Maret 2026.
"Melalui penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way situasional, pengaturan rest area, serta pembatasan kendaraan angkutan barang, serta beberapa kebijakan diskon tarif tol dan ribuan bus mudik gratis yang dapat dimanfaatkan warga," terangnya.
Teddy menjelaskan, pemerintah berkomitmen memastikan arus balik berjalan lancar hingga masyarakat tiba di tujuan dengan aman dan nyaman.
(Tribunnews.com/Tribunnews.com)