Brutal! Donald Trump Ingin Ambil Alih Minyak Iran, Pamer Keberhasilan Amerika Serikat di Venezuela
Eri Ariyanto March 27, 2026 11:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh Donald Trump yang secara terbuka menyebut pengambilalihan minyak Iran sebagai salah satu opsi strategis Amerika Serikat.

Ucapan tersebut langsung memicu perhatian dunia, mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas dan penuh ketidakpastian.

Donald Trump bahkan menyinggung keberhasilan Amerika Serikat di Venezuela sebagai contoh nyata bagaimana kekuatan ekonomi dan militer bisa berjalan beriringan.

Donald Trump mengklaim, keterlibatan AS di Venezuela telah menghasilkan keuntungan besar dari sektor minyak hingga miliaran dolar.

Di tengah konflik yang masih berlangsung, Trump juga menegaskan bahwa penguasaan sumber daya energi menjadi bagian penting dari strategi global Washington.

Langkah ini dinilai bukan sekadar retorika, melainkan sinyal keras bahwa AS siap memainkan peran dominan dalam perebutan energi dunia.

Apalagi, sebelumnya Trump juga mengungkap adanya “hadiah” terkait minyak dari Iran yang memperkuat narasi kepentingan energi dalam konflik tersebut.

Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran baru, karena ambisi menguasai minyak berpotensi memperluas konflik dan mengguncang stabilitas kawasan secara lebih luas.

Baca juga: Mendadak Donald Trump Tahan Serangan ke Iran hingga 6 April, Ngaku Diminta Langsung oleh Teheran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa mengambil alih minyak Iran merupakan sebuah “opsi” di tengah tekanan agar Teheran menyepakati akhir perang dengan AS dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (26/3/2206).

Trump juga menyinggung keberhasilan AS di sektor minyak Venezuela sebagai contoh keterlibatan yang menguntungkan.

Opsi penguasaan minyak Iran

Dalam rapat kabinet, Trump secara terbuka menyebut kemungkinan AS mengambil alih sektor minyak Iran.

“Ini adalah sebuah opsi. Maksud saya, saya tidak akan membicarakannya, tetapi ini adalah sebuah opsi,” ujar Trump saat menjawab pertanyaan wartawan.

Ia kemudian mencontohkan Venezuela sebagai bukti keberhasilan pendekatan serupa oleh AS.

“Di Venezuela, kami bekerja dengan sangat baik. Tentu saja, kami telah menghasilkan miliaran dollar,” kata Trump.

“Ngomong-ngomong, Venezuela sekarang lebih baik daripada sebelumnya dalam sejarah mereka, semacam usaha patungan, tetapi AS telah menghasilkan banyak uang," imbuhnya.

PERANG IRAN AS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bersumpah akan tenggelamkan armada Iran jika berani hadang di Selat Hormuz.
PERANG IRAN AS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bersumpah akan tenggelamkan armada Iran jika berani hadang di Selat Hormuz. (Dok./Truth Social)

Tenggat ancaman Trump

Pernyataan Trump disampaikan sehari sebelum tenggat waktu yang ia berikan kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka selat tersebut dalam waktu 48 jam.

Trump menegaskan bahwa jika Iran membuat “kesepakatan yang tepat”, maka Selat Hormuz akan dibuka kembali.

Selat tersebut diketahui menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan kini praktis terhambat akibat konflik yang berlangsung.

Klaim Iran ingin berunding

Trump juga kembali menegaskan klaimnya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

“Mereka adalah negosiator yang hebat. Saya katakan mereka petarung yang buruk, tetapi mereka negosiator yang hebat, dan mereka memohon untuk membuat kesepakatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Saya tidak tahu apakah kita bersedia melakukannya. Mereka seharusnya melakukannya empat minggu lalu. Mereka seharusnya melakukannya dua tahun lalu, atau ketika kami pertama kali menjabat.”

Klaim Trump soal negosiasi ini membuatnya kembali mengundur tenggat waktu serangan ke aset energi Iran hingga 6 April mendatang.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan mengakui adanya pertukaran pesan tidak langsung dengan AS melalui perantara, namun menegaskan hal itu belum merupakan negosiasi formal.

Proposal Damai 15 Poin

Dalam rapat kabinet yang sama, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa Washington telah menyusun daftar tindakan berisi 15 poin sebagai kerangka kesepakatan damai dengan Iran.

“Ini telah diedarkan melalui pemerintah Pakistan yang bertindak sebagai mediator,” ujarnya.

Proposal tersebut mencakup tuntutan AS terkait program nuklir dan misil Iran, stok uranium, serta isu lainnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz pada pekan ini sebagai sebuah “hadiah,” yang pada Selasa ia sebut sebagai pemberian yang sangat signifikan tanpa merinci lebih lanjut.

Sindiran ke sekutu NATO

Selain itu, Trump kembali menyampaikan kekecewaannya terhadap sekutu NATO yang tidak memenuhi permintaannya untuk memberikan bantuan angkatan laut guna mengamankan Selat Hormuz.

Menurutnya, permintaan tersebut merupakan “uji” bagi komitmen sekutu terhadap AS.

“Jika kalian tidak melakukannya, kami akan mengingatnya, ingat saja,” kata Trump.

“Mereka punya ungkapan yang bagus: Jangan pernah lupa. Jangan pernah lupa.”

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.