Kunjungi Lokasi Kemacetan Akibat Longsor, Dedi Mulyadi Harap Budaya Minta-minta Dihentikan, Ini Alasannya
Siti M March 27, 2026 07:34 AM

Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi minta budaya minta-minta dihentikan menyita perhatian publik. Hal itu dilakukan Gubernur Jawa Barat itu saat mengunjungi lokasi kemacetan akibat longsor.

Usut punya usut, kejadian longsor tersebut terjadi di jalur penghubung Sumedang dan Subang, tepatnya di wilayah Cikaramas. Melihat hal tersebut, Dedi pun mengaku prihatin.

Apalagi saat melihat lokasi di tebing sepanjang jalur terlihat gundul, yang diduga menjadi penyebab longsor. Sebelumnya, lokasi tersebut masih ditanami bambu sebagai penahan tanah.

Namun kini, pohon-pohon bambu tersebut telah hilang atau dibabat habis. Hal itu lah yang lantas diduga Dedi Mulyadi menjadi penyebab longsor.

"Bambu yang menjadi pengaman jalan dibabat habis sehingga penahannya tidak ada. Biaya perbaikan longsor ini jauh lebih mahal daripada harga bambu yang ditebang," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Kamis (26/3/2026).

Alhasil, Dedi Mulyadi meminta Pemda setempat untuk membebaskan lahan itu. Dan kembali ditanami bambu sebagai benteng alami jalan.

Sementara itu, longsor yang terjadi itu juga membuat kemacetan mengular. Ditambah lagi, Dedi melihat banyak pemuda yang mengatur lalu lintas sambil menyodorkan wadah sumbangan (kencleng) kepada pengendara.

Melihat hal itu, Dedi Mulyadi minta budaya minta-minta dihentikan. Sang gubernur bahkan tak segan menegur sejumlah pemuda yang melakukan aksi demikian.

Bukan tanpa alasan, pasalnya terkait perbaikan jalan termasuk pula didalamnya kerusakan akibat tanah longsor sudah ada dananya. Yang disebut Dedi berasal dari pendapatan pajak.

Sedangkan terkait aksi pemuda yang minta-minta (pajak di jalan) bisa mengantongi pendapatan yang fantastis. Yakni mencapai Rp 1 juta per hari.

Mengetahui hal itu, sontak saja Dedi Mulyadi minta budaya minta-minta dihentikan. Pasalnya, hal itu bisa merusak citra dan harga diri wara Jawa Barat.

"Orang Jawa Barat itu kaya, harus punya harga diri. Jangan memperlihatkan diri seolah-olah kita susah dengan meminta-minta di jalan," tandas Dedi Mulyadi.

Terakhir selain Dedi Mulyadi minta budaya minta-minta dihentikan, dilansir dari TribunJabar.id, ia mencoba mencarikan solusi. Yakni akan menggaji pengatur jalan saat perbaikan jalan akibat longsor.

Diman Dedi menjanjikan uang senilai Rp 10 juta.

"Saya kasih Rp10 juta untuk sebulan, tapi dengan syarat, tidak boleh ada yang minta uang lagi! Pakai rompi, pakai topi, tunjukkan bahwa kalian tertib bekerja membantu masyarakat," tandas Dedi Mulyadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.