Kadishub Bali Diminta Segera Rancang Pelabuhan Khusus Logistik Tak Terpusat di Gilimanuk 
Ida Ayu Suryantini Putri March 27, 2026 10:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, I Kadek Mudarta ditegur Gubernur Bali, Wayan Koster saat memberikan arahan kepada jajarannya yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Kamis 26 Maret 2026. 

Teguran tersebut terkait kinerja dan respons dalam menangani persoalan transportasi, termasuk saat menghadapi aksi demonstrasi para pengemudi beberapa waktu lalu.

Koster menilai Kepala Dinas Perhubungan Bali perlu menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam berkomunikasi dan menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Baca juga: Mulai 15 Maret, Dishub Denpasar Bali Terjunkan Personel untuk Penjagaan Melasti Rangkaian Nyepi

“Kadis Perhubungan ini lembek. Ini baru orangnya. Saya memilihnya nggak pernah ketemu orangnya. Saya hanya pakai portofolio, S1. S2 pula. ITB lagi. Saya pikir jagoan tapi gak cocok ini. Kalau ITB itu. Teng-teng gitu,” ungkap Koster. 

Ia juga menyinggung respons pejabat tersebut saat menghadapi aksi demonstrasi dari para pengemudi yang menuntut sejumlah kebijakan transportasi.

Menurutnya, pejabat publik harus mampu memberikan penjelasan secara tegas kepada masyarakat.

Baca juga: TAKSI Beroperasi Capai 3.500 Armada, Dishub Bali Petakan Ruas Jalan Kemacetan 

“Ini menghadapi pendemo aja kecut. Aduh. Kemarin kan ada pendemo driver itu langsung sempoyongan. Aduh. Gak bisa begitu. Jelaskan apa yang kita lakukan,” katanya.

Selain menyoroti sikap kepemimpinan, Koster juga menekankan sejumlah agenda penting yang harus segera ditangani Dinas Perhubungan, khususnya terkait pengembangan infrastruktur transportasi laut di Bali.

Ia menyebutkan saat ini pemerintah tengah melakukan studi pembangunan sejumlah pelabuhan di beberapa wilayah Bali seperti Sangsit di Kabupaten Buleleng, Amed di Karangasem, Kusamba di Klungkung, serta pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang.

Baca juga: UJI KIR Kendaraan Mati Jelang Lebaran, Dishub Tabanan Laksanakan Ramp Check Kendaraan

“Perhubungan ini enggak banyak. Sedang studi pembangunan Pelabuhan Sangsit, Buleleng, Amed, Karangasem, Kusamba dan Celukan Bawang pengembangan untuk infrastruktur laut. Ini tidak dari APBD, kita hanya memfasilitasi ada investasi dan APBN,” ujarnya.

Koster juga meminta Dinas Perhubungan segera menindaklanjuti arahan Menteri Perhubungan terkait upaya mengurangi arus kendaraan logistik yang masuk ke Bali melalui jalur darat.

“Pak Kadis tolong segera rancang arahan Pak Menteri Perhubungan supaya dari Ketapang yang nyebrang ke Gilimanuk berkurang menggunakan kapal lewat darat. Dari Gilimanuk ke Mengwi. Bikin pelabuhan untuk angkutan kendaraan logistik di Bali Utara, Bali Timur di Bali Selatan,” katanya.

Baca juga: Sebanyak 3.500 Taksi Beroperasi di Bali, Dishub Petakan Ruas Jalan Kemacetan 

Menurutnya, pengembangan pelabuhan khusus kendaraan logistik di beberapa titik di Bali dapat mengubah pola distribusi barang sehingga tidak lagi terpusat di jalur darat melalui Gilimanuk.

“Nanti rute kendaraan logistik berubah tidak lagi menggunakan kapal menyebrang ke Gilimanuk. Ini sudah dibuktikan Pak Menteri untuk Merak mengurangi mudik menggantikan kendaraan lewat darat. Cepat. Ternyata modalnya juga nggak banyak karena hanya untuk pelabuhan kendaraan logistik. Gak perlu terminal yang mewah-mewah. Pikirkan segera itu,” tegasnya.

Ia meminta agar kajian serta perencanaan pembangunan segera disiapkan karena pemerintah provinsi berencana mengusulkan program tersebut untuk mulai dijalankan pada 2027.

“Segera buat kajian dan rencana karena saya akan menghadap untuk memprogramkan mulai tahun 2027. Supaya mengurangi arus kendaraan logistik yang masuk ke darat,” ujarnya.

Dalam skema yang direncanakan, distribusi logistik menuju berbagai wilayah di Bali dapat langsung melalui jalur laut ke pelabuhan terdekat dengan tujuan distribusi.

“Jadi kalau dia ke Karangasem gak perlu lewat Buleleng tapi langsung aja ke Ketapang lewat Karangasem lewat laut. Kalau ke Buleleng lewat Celukan Bawang, Kalau lewat Gianyar ke Kusamba,” kata Koster.

Ia menilai pembangunan tiga titik pelabuhan logistik tersebut akan mampu mengurangi kepadatan arus kendaraan di jalur darat Bali secara signifikan.

“Tiga titik itu paling tidak akan sangat mengurangi arus padat kendaraan darat masuk Bali. Bagus sekali program. Itu akan diumumkan oleh Pak Menhub,” ujarnya.

Selain itu, Koster juga meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Perhubungan segera menyusun konsep pembangunan infrastruktur transportasi untuk dipaparkan dalam agenda pembahasan dengan pemerintah pusat.

“Pak Kadis PU dan Dishub segera duduk berdua segera rancang infrastruktur. Karena saya akan diundang Komisi V DPR RI untuk percepatan infrastruktur Bali setelah Lebaran janjinya. Jadi April,” katanya.

Ia menegaskan konsep pembangunan infrastruktur tersebut perlu disiapkan dengan matang agar Bali dapat memperoleh dukungan anggaran yang lebih besar dari pemerintah pusat mulai tahun 2027.

“Tolong siapkan konsep paparannya nanti saya pandu supaya percepatan pembangunan infrastruktur bisa dilakukan dengan anggaran yang lebih besar 2027. Karena apa yang disusun APBN,” pungkasnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.