TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korlantas Polri mulai memberlakukan skema rekayasa lalu lintas one way pada arus balik mudik lebaran 2026 pada Jumat (27/3/2026) pagi.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan one way tahap pertama di Tol Trans Jawa dibuka mulai dari KM 132 hingga KM 70 untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju Jakarta.
“Bahwa pagi ini jam 07.30 kami sudah melakukan sosialisasi, langsung clearance dalam rangka menyambut duta-duta arus balik yang diperkirakan pagi ini ada peningkatan arus sehingga kami melakukan one way tahap pertama dari kilometer 132 ke kilometer 70. Ini tahap pertama,” kata Agus Suryonugroho di Command Centre KM 29 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Jumat.
Agus menyebut nantinya pihaknya bersama stakeholder lain akan melihat perkembangan lalu lintas. Jika, terdapat lonjakan arus pada siang hari, maka skema one way akan diperluas secara bertahap.
Ia mengatakan one way tahap kedua direncanakan akan dilakukan mulai dari KM 169 hingga KM 70. Kemudian, untuk tahap ketiga dari KM 188 hingga KM 70.
“Apabila siang hari ada kenaikan lagi, kami akan lakukan one way lokal dalam one way nasional tahap dua dari kilometer 169 ke kilometer 70. Tetapi yang pagi ini dari 132 sudah kita buka. Jadi kita prioritaskan duta-duta arus balik yang dari Trans Jawa menuju ke Jakarta,” tuturnya.
Baca juga: One Way Tol Trans Jawa Berakhir, Pemudik Keluhkan Macet Parah: Boyolali–Brebes Capai 8 Jam
Selain itu, opsi tambahan juga disiapkan apabila arus kendaraan masih meningkat. Salah satunya membuka one way dari KM 263, serta kemungkinan penerapan one way nasional jika indikator di Gerbang Tol Kalikangkung menunjukkan lonjakan signifikan.
“Yang pertama 132-70, 169 ke 70, 188 ke 70. Dan yang terakhir, nanti alternatif manakala masih ada bangkitan arus atas arahan Pak Menteri, dari 263 kita juga akan buka one way tahap selanjutnya. Demikian juga apabila situasional dari Kalikangkung, gate Kalikangkung indikatornya sudah hampir 4.000, kemungkinan juga akan kita buka one way nasional pada hari ini. Masih kemungkinan, tetapi ini bertahap dalam rangka untuk mengurai kepadatan yang terjadi pada pagi hari ini,” sambungnya.
Selain itu, Agus juga memaparkan hasil evaluasi sementara Operasi Ketupat 2026 yang salah satunya soal menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan selama masa mudik lebaran.
“Pada kesempatan ini juga kami laporkan Pak Menteri bahwa hasil analisa dan Kamseltibcarlantas, jumlah kecelakaan dalam rangka Operasi Ketupat ada penurunan fatalitas korban sebanyak 30,4 persen. Jadi ini sudah firm kita lakukan cek kejadian peristiwa kecelakaan. Untuk fatalitas korban—fatalitas korban itu peristiwa kecelakaan yang meninggal dunia—ini ada penurunan 30,4%,” ucapnya.
“Peristiwa kecelakaan selama Operasi Ketupat ada penurunan 5,3%. Jadi sementara itu yang bisa kami sampaikan Pak Menteri, dan kita semuanya masih berada di lapangan dalam rangka mengamankan arus balik yang pagi ini sudah kita buka one way tahap pertama,” imbuhnya.
Sebelum itu, Agus mengatakan dari data yang ada, jumlah pemudik yang masih belum kembali ke daerah asal setelah mudik hanya sekitar 36 persen.
"Jadi gini, hasil koordinasi dengan pihak Jasa Marga tinggal 36 persen persentase yang bergeser, mungkin nanti dari pihak Jasa Marga," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada wartawan saat meninjau KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (27/3/2026) dini hari.
Baca juga: Sensasi Keluarga Pengusaha Mudik Naik Bus Pariwisata hingga Jet Pribadi
Meski begitu, Agus mengatakan puncak arus balik tahap kedua tersebut diprediksi tidak akan terlalu banyak kendaraan yang melintas.
Hal ini lantaran kendaraan pemudik yang hendak balik ke daerah asal sudah terpecah pada puncak arus balik tahap pertama yakni pada Selasa (24/3/2026) lalu.
"Kemungkinan puncak arus balik tertinggi adalah tanggal 24 kemarin. 256.388 (kendaraan) dan itu termasuk arus puncak balik yang tertinggi sepanjang sejarah. Kalau yang tahap kedua kelihatannya tidak sampai (banyak). Nggak sampai," jelasnya.
Namun, Agus menyebut pihaknya tetap berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas pada puncak arus balik tahap dua untuk mengantisipasi kemacetan.