Di Luar Ekspektasi, Hotel di Bali Nggak Penuh Saat Libur Nyepi-Lebaran
GH News March 27, 2026 10:08 AM
Denpasar -

Libur Nyepi dan Lebaran 2026 tidak bikin hotel-hotel di Bali panen raya. Tingkat okupansi hotel di Bali selama libur Nyepi dan Lebaran 2026 berada di kisaran 65 hingga 70 persen.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Agung Rai Suryawijaya menyebut angka tersebut tidak setinggi Lebaran tahun lalu, terutama dari segmen wisatawan nusantara.

"Selama minggu itu memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan, khususnya dari wisatawan domestik. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Rai, Kamis (26/3/2026), dilansir detikBali.

"Lebaran tahun lalu cukup bagus peningkatannya. Kalau tahun ini mungkin 10 persen. Tahun lalu bisa sampai 15 persen," dia menambahkan.

Rai menjelaskan bahwa kondisi sepinya hotel di Bali selama libur Nyepi dan Lebaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah persaingan dari destinasi wisata domestik, terutama di Pulau Jawa.

"Yogyakarta juga berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan domestik. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, juga mengalami lonjakan kunjungan," kata Rai, yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Badung.

Dia menambahkan bahwa menjamurnya destinasi wisata di Pulau Jawa didukung oleh infrastruktur yang memadai. Kondisi itu membuat wisatawan nusantara memiliki lebih banyak pilihan berlibur selain Bali, sehingga okupansi hotel di Pulau Dewata relatif menurun.

Faktor berikutnya adalah harga tiket pesawat ke Bali yang relatif masih tinggi. Mahalnya tiket perjalanan domestik itu bahkan membuat sejumlah wisatawan nusantara memilih berlibur ke luar negeri.

"Banyak juga yang justru lari ke luar negeri karena hampir sama harga tiket ke Singapura, ke Bangkok, Thailand, apalagi Vietnam," imbuh Rai.

Di sisi lain, Rai mengakui kondisi geopolitik di Timur Tengah juga berdampak terhadap kunjungan turis mancanegara ke Pulau Dewata. Bahkan, beberapa penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan akibat penutupan bandara di beberapa negara Timur Tengah.

"Kami mengupayakan agar wisatawan Eropa yang masih ingin berlibur dalam bulan-bulan ini agar bisa melalui reroute penerbangannya. Tidak melalui Qatar atau Doha atau Dubai ataupun Arab Saudi. Bisa melalui China, Taipei, bisa," ujar Rai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.