TRIBUNJATIM.COM - Seorang anak di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara nyaris tenggelam saat mengambil sandal yang terjatuh ke sungai.
Anak tersebut menangis meminta tolong.
Peristiwa ini kemudian viral di media sosial.
Insiden anak nyaris tenggelam di sungai di Kelurahan Wajo, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terjadi pada Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat anak inisial Z (5) mengapung di sungai diselamatkan seorang pria.
Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Wolio, Iptu Muhammad Rusdi membenarkan peristiwa tersebut.
“Memang berdasarkan informasi, sekitar pukul 17.40 Wita, ada anak kecil yang tenggelam di sekitar sungai di Wajo, dekat penginapan Poleang Indah,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (26/3/2026), dikutip dari Tribun Sultra.
Korban Z saat ini sedang berada di RSUD Kota Baubau serta dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah sehat, orang tuanya tadi rencana sudah mau memulangkan. Tapi mungkin dilihat dulu perkembangan satu sampai dua hari baru bisa pulang,” ujarnya.
Baca juga: Pamit Main Bola, Bocah SD Surabaya Tak Pulang Selamanya karena Tenggelam, Ibu Menangis Sesenggukan
Iptu Muhammad Rusdi mengatakan korban Z saat peristiwa terjadi dititipkan ke kakeknya.
Tanpa sepengetahuan kakeknya, korban bermain di tepi sungai hingga sandal yang digunakannya jatuh ke sungai.
Korban berusaha mengambil sandalnya, tetapi terpeleset hingga terjatuh ke dalam air.
Saat itu, saudara korban berteriak dan berusaha membantunya.
“Nah alhamdulillah di tempat kejadian perkara itu ada seorang yang menolong segera anak itu dan alhamdulillah bisa diselamatkan,” ujarnya.
Jarak Kelurahan Wajo dengan Polsek Wolio sekira 2,4 kilometer (km), waktu tempu 6 menit berkendara motor atau mobil.
Markas polisi ini berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Terpeleset saat Bermain Air, Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Weslic Kedungpring Lamongan
Berkaca dari kasus di atas, memberikan pertolongan pertama pada anak tenggelam menjadi penting dan membutuhkan perhaatian.
Dikutip dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Agung Wijaya menjelaskan seseorang sangat perlu mengetahui langkah-langkah awal pertolongan untuk orang awam tanpa kemampuan kemahiran apabila menemukan korban yang tenggelam.
Pertama yang harus dilakukan adalah hindari kondisi Panic Attack, karena hal ini akan membuat tidak tenang dan dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang tidak tepat yang dapat berisiko untuk diri sendiri dan menjadi korban selanjutnya.
“Lakukan mencari pertolongan kepada orang lain dengan cara berteriak, meminta tolong orang sekitar, dan dilanjutkan meminta bantuan untuk menghubungi pihak berwenang seperti SAR, ambulance, atau Polisi,” tutur Agung, Selasa (31/5/22).
Selanjutnya seseorang bisa mencari alat bantu yang dapat menarik korban ke pinggiran, dapat menggunakan gala, bambu, tali, ataupun pelampung.
“Apabila korban dapat terpinggirkan segera lakukan cek kondisi korban, cek kesadaran, apakah bernapas atau tidak, apabila tidak bernapas dan tidak ada denyutan nadi karotis yang terletak di dekat leher segera lakukan CPR atau pijat jantung, lakukan hingga petugas medis datang untuk membantu,” jelas Agung yang merupakan Dosen Disaster dan Emergency.
Baca juga: Seusai Subuh Main di Dekat Waduk, 3 Bocah di Lamongan Tenggelam, 2 Bernasib Tragis
Ia menjelaskan apabila kondisi korban sudah ada kebiruan di area wajah tidak perlu dilakukan CPR.
Dalam keterangan tertulis, ia juga menjelaskan cara menolong korban tenggelam untuk orang awam yang memiliki kemampuan berenang.
Menurutnya harus tetap memperhatikan banyak hal salah satunya penolong harus tetap menggunakan life jacket atau pelampung, saat melakukan peertolongan
“Kenali lingkungan, arus air sebelum melakukan pertolongan dan berteriak mencari bantuan orang sekitar, dan menginstruksikan untuk menghubungi pihak yang berwenang. Berenang dekati korban tapi dengan tetap menjaga jarak, serta yakinkan korban untuk tidak panik,"
“Lempar pelampung atau tali ke arah korban,dekati korban apabila kondisi korban sudah tidak panik lalu bawalah korban ke arah pinggir dan berikan pertolongan lanjutan bersama tim medis,” imbuhnya.
Dalam melakukan pertolongan perlu memperhatikan prinsip Time Saving Life Saving, artinya semakin cepat waktu untuk merespons terhadap kejadian gawat darurat, semakin besar kesempatan untuk menolong korban.