TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Momentum libur Hari Raya Idul Fitri 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga.
Hal ini terlihat dari lonjakan signifikan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Kediri.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Kediri mencatat total kunjungan wisata selama periode 14 hingga 24 Maret 2026 mencapai 58.698 orang.
Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengisi libur Lebaran dengan berwisata.
Destinasi Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) menjadi yang paling banyak dikunjungi dengan total 31.423 wisatawan.
Kawasan ini memang menjadi ikon wisata Kediri yang selalu ramai, terutama saat libur panjang.
Selain itu, destinasi wisata Desa Siman Kecamatan Kepung juga mencatat angka kunjungan tinggi yakni mencapai 11.975 pengunjung.
Lonjakan ini salah satunya dipengaruhi adanya kegiatan atau event yang digelar di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Gunung Kelud juga menjadi favorit wisatawan dengan total kunjungan mencapai 5.196 orang.
Keindahan alam dan udara sejuk masih menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Baca juga: Tiga Tumpeng Raksasa Disiapkan Warga Durenan Trenggalek untuk Lebaran Ketupat 2026
Sementara itu, destinasi lainnya seperti Wisata Gronjong Wariti mencatat 3.081 kunjungan, Kawasan Wisata Besuki sebanyak 2.658 pengunjung, serta Bukit Gandrung Tanggulasi mencapai 2.026 pengunjung.
Untuk wisata Sumber Ubalan, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 2.015 orang, sedangkan Taman Corah Pare masih relatif rendah dengan total 324 pengunjung selama periode tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi mengatakan peningkatan jumlah wisatawan ini merupakan dampak positif dari momentum libur Lebaran.
"Libur Lebaran memang menjadi salah satu momen tertinggi kunjungan wisata setiap tahunnya. Tahun ini terlihat cukup signifikan, terutama di destinasi unggulan seperti SLG dan Gunung Kelud," katanya, Jumat (27/3/2026).
Mustika menjelaskan, selain faktor libur panjang, keberadaan event serta fasilitas yang semakin baik juga turut mendorong meningkatnya jumlah pengunjung.
"Beberapa destinasi memang kita dorong dengan kegiatan pendukung, sehingga tidak hanya menawarkan tempat wisata, tetapi juga pengalaman bagi pengunjung," tambahnya.
Meski demikian, terdapat beberapa destinasi yang belum beroperasi secara optimal selama periode tersebut. Seperti Gronjong Wariti dan Bukit Gandrung yang sempat tutup pada 14 hingga 20 Maret karena perawatan.
Mustika berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata daerah.
"Kami berharap kunjungan wisata ini bisa terus meningkat ke depan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar destinasi wisata," pungkasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik