Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Keluhan warga penghuni hunian sementara (huntara) di Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, terkait ketiadaan akses air bersih akhirnya terjawab.
Baca juga: Berikut 5 Warga Penghuni Huntara yang Rusak Diterjang Angin Kencang di Bener Meriah
Pagi ini, Jumat (27/3/2026), pasokan air bersih dilaporkan telah tersedia dan mulai mengalir ke kawasan tersebut.
Sebelumnya, warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Kute Kering tersebut sempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama dua hari terakhir.
Kondisi tersebut memaksa mereka mengangkut air menggunakan ember dari meunasah setempat, bahkan menggunakan air parit untuk mencuci pakaian.
Ketersediaan air ini menyusul sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk LSM Pukes, yang menilai adanya kelalaian dalam pemenuhan kebutuhan dasar penyintas bencana.
"Informasi terbaru per pagi ini, kendala air bersih sudah berhasil ditangani dan air sudah mengalir ke area huntara," ujar Koordinator LSM Pukes, Suwandris Zetha.
Maka dengan tersedianya air bersih pagi ini, diharapkan beban warga huntara dapat sedikit berkurang.
"Terima kasih atas perbaikan aliran airnya, namun kita juga harap perbaikan huntara yang disapu angin kencang juga segera diperbaiki.
Dan evaluasi menyeluruh dari pihak terkait mengenai spesifikasi teknis dan kelayakan bangunan hunian tersebut agar sesuai dengan standar keamanan dan kenyamanan bagi para penyintas," harapnya.
Baca juga: Angin Kencang Terjang Huntara Korban Bencana di Ketipis Bener Meriah, 5 Bangunan Rusak
Sementara itu, ketersediaan air bersih di hunian Kute Kering juga dibenarkan oleh Plt Dirut PDAM Tirta Bengi Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade.
Menurut Dade, saat ini air bersih sudah mengalir ke wilayah huntara.
Namun, aliran tersebut baru mencapai pipa utama dan belum masuk ke rumah warga.
Hal ini disebabkan oleh menurunnya debit air di intake PDAM, sehingga tekanan air hanya sampai di pipa induk.
"Debitnya kurang. Tadi malam petugas sudah ke sana; air hanya sampai di pipa utama. Jika debit air sudah kembali normal, air akan segera masuk ke rumah-rumah warga," demikian pungkasnya
Sementara sebelumnya, atap lima unit Huntara Dry Port Ketipis, Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah ini juga rusak diterjang puting beliung, Selasa (24/3/2026).
Lima unit huntara tersebut berada di Blok A dan dihuni lima keluarga penyintas bencana hidrometeorologi.
Kelima keluarga tersebut yakni Muhammad S, Syahbudin, Edi Susanto, Joko Santoso dan Fadilah.
Usai kejadian, tim BPBD Kabupaten Bener Meriah dikerahkan ke lokasi menangani penghuni huntara terdampak.
Tim juga membantu merelokasi barang-barang penghuni huntara yang atapnya rusak diterjang puting beliung.
Mesti demikian tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena kondisi unit huntara sedang kosong karena penghuni berlebaran.
Lalu kelima keluarga penghuni huntara dipindahkan ke unit yang kosong di huntara tersebut untuk sementara waktu. (*)
Baca juga: Huntara belum Siap, Korban Banjir Aceh Tamiang Rayakan Idul Fitri di Tenda Pengungsian