Jogja Pack & Process Expo dan Jogja Printing Expo 2026 Tampilkan Inovasi Kemasan dan Teknologi Cetak
abduh imanulhaq March 27, 2026 05:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Jogja Pack & Process Expo dan Jogja Printing Expo (JPE) 2026 akan digelar pada 8–11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Kedua pameran yang digelar Krista Exhibitions ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan industri yang mempertemukan pelaku usaha di bidang pengemasan, percetakan, dan pemilik merek.

"Kemasan menjadi hal utama untuk produk food agar bisa memperluas pasar. Dengan adanya pameran ini, brand owner dan pelaku kemasan dapat bertemu dalam satu forum business matching," kata Business Development Director Indonesian Packaging Federation, Ariana Susanti pada konferensi pers Jogja Food and Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja Printing Expo 2026 di Hotel Novotel Suites Yogyakarta, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, inovasi kemasan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk untuk produk tradisional.

"Contohnya gudeg kaleng yang bisa memperluas pasar. Ini menjadi peluang yang bisa terus digali," ungkapnya.

Di tengah tantangan seperti hambatan rantai pasok, ia menyebut pelaku industri tetap bisa melihat peluang pertumbuhan, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

"Ini pameran penting, di mana kita sedang bergejolak dan hambatan rantai pasok itu pasti. Namun tidak membuat kita pesimis, kita tetap optimis. Asia bisa menjadi leader di berbagai pertempuran," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani mengungkapkan, pameran ini dapat menjadi sarana pembaruan informasi bagi pelaku industri percetakan.

"Kami berharap melalui pameran ini teman-teman percetakan mendapat update mengenai mesin cetak, termasuk penggunaan kertas food grade," ungkapnya.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Elyn Subiyanti menambahkan, pameran ini relevan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memahami pentingnya kemasan dan desain produk.

"Pelaku UMKM bisa melihat langsung bagaimana produk dikemas menarik, sehingga siap bersaing di pasar lebih luas," ujarnya.

Ia menambahkan, pameran ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang untuk menemukan mitra bisnis dan teknologi baru.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati menyatakan, produk makanan memerlukan dukungan visual yang baik agar dapat diterima pasar.

"Memang makanan kemasan ini, pasangan rasa yang baik butuh wajah yang bagus," ujarnya.

Menurutnya, Yogyakarta memiliki potensi dari sisi kuliner dan kreativitas, sehingga kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang pertemuan antara produsen dan konsumen.

"Jogja punya keduanya—produk yang berkualitas dan tampilan yang menarik—sehingga mampu melahirkan tren. Jogja didukung oleh keberadaan kampus, budaya, serta arus wisatawan sepanjang tahun. Pertumbuhan sektor F&B juga didorong oleh hadirnya generasi muda dan para pendatang, ditambah budaya nongkrong yang kental," ungkapnya.

Melalui expo ini, produsen dan konsumen dapat dipertemukan, sekaligus memperkuat potensi Jogja yang juga dikenal memiliki banyak percetakan kreatif. (idy)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.