TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN- Potensi cuaca ekstrem, masih mengancam wilayah Kota Pekalongan menjelang masa peralihan musim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan genangan di sejumlah titik, Rabu (25/3/2026) malam hingga Kamis (26/3/2026).
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengungkapkan bahwa genangan air terpantau di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Pekalongan Timur. Di antaranya Jalan Patiunus, Kelurahan Poncol, serta wilayah Gamer seperti RW 02 dan RW 08, termasuk di Jalan Pangeran Antasari depan SD Gamer 2.
Selain itu, genangan juga terjadi di Jalan Truntum, Jalan Semarang, dan Jalan Surabaya di Kelurahan Klego, serta di wilayah Setono dan Noyontansari. Bahkan, genangan cukup tinggi terpantau di Jalan Slamet, Jalan Kurinci, hingga kawasan sekitar Kantor Wali Kota Pekalongan di Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.
"Meski tidak separah banjir besar pada Januari lalu, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang rawan genangan dan kiriman air," ujarnya, Jumat (27/3/2026).
BPBD juga menerima laporan kerusakan tanggul di wilayah Pabean, tepatnya di Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara. Tanggul tersebut dilaporkan kembali jebol di sisi selatan dengan panjang sekitar 10 meter.
Menindaklanjuti hal tersebut, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta Pusdataru untuk penanganan darurat.
"Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari penyediaan material tanah, pemasangan sandbag, hingga penguatan tanggul dengan trucuk dan dolken yang juga melibatkan warga setempat," katanya.
Hingga saat ini, belum ada laporan warga yang mengungsi. Namun demikian, BPBD tetap meminta masyarakat untuk siaga mengingat curah hujan tinggi.
Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh pergerakan angin dari Australia yang berpotensi membawa hujan lebat. Fenomena tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Maret sebelum memasuki musim kemarau pada awal April.
"Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir rob, khususnya di wilayah pesisir. Kami mengingatkan warga, untuk mengamankan barang-barang berharga dengan menempatkannya di tempat yang lebih tinggi serta memastikan peralatan elektronik tidak berada di bawah," imbuhnya.
Sebagai upaya antisipasi, BPBD terus meningkatkan koordinasi lintas instansi serta memperkuat penyebaran informasi peringatan dini melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan siaran radio lokal.
"Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," tambahnya. (Dro)