Ibunda Dimakamkan di TPU Mangunjaya, Bekasi Timur, Anji: Mama Adalah Rumah
Joseph Wesly March 27, 2026 03:50 PM

 

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

TRIBUNBEKASI.COM- Jenazah Dimakamkan di TPU Mangunjaya Bekasi Timur

Jenazah ibunda Anji, Siti Sundari binti Istadimitro Diharjo dimakamkan di TPU Mangunjaya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).

Proses pemakaman ibunda Anji berlangsung sekitar pukul 09.20 WIB, yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat dari sang penyanyi itu.

Anji Tampak Tegar Antar Sang Ibunda

Pantauan Wartakotalive.com, Mengenakan pakaian serba hitam dan kacamata Anji tampak tegar saat mengantarkan jenazah sang ibunda, ke tempat peristirahatan Terakhir hingga proses pemakaman usai.

Wina Natalia dan Sheila Marcia dua mantan Anji tampak hadir menyaksikan proses pemakaman Siti Sundari.

Anji tidak terlihat menangis. Namun, ia selalu menunduk selama proses pemakaman Siti Sundari.

Ucapan Terima Kasih untuk Para Pelayat

Usai pemakaman, pelantun 'Dia' ini menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para pelayat, yang sudah menyempatkan waktunya untuk menyaksikan pemakaman sang ibunda.

"Banyak sekali yang berbicara semasa hidupnya, Ibu Sundari adalah orang yang baik dan juga sangat memperhatikan lingkungan sekitarnya dan juga keluarganya," kata Anji.

"Buat kami, kami memang merasa sangat kehilangan tapi juga kami melepas dengan keikhlasan," sambungnya.

Sosok Ibu yang Jadi Rumah bagi Keluarga

Bagi Anji sosok Ibu Siti Sundari bukan sekadar orang tua, melainkan pondasi dan rumah kehidupan bagi seluruh keluarganya.

"Buat kami, Ibu Sundari bukan sekadar ibu atau eyang, tapi juga rumah. Tempat kami pulang, tempat kami belajar tentang ketulusan dan kasih sayang," ucap pria berusia 47 tahun itu.

Kenangan tentang Sosok Sang Bunda

Mantan vokalis band Drive ini juga mengenang sang bunda, ia menganggap Siti sebagai sosok yang lembut dan mudah tersentuh.

"Mama itu cengeng banget soalnya. Tapi hari ini, saya terutama, belajar untuk tidak cengeng karena ingin ikhlas melepas Ibu," ungkapnya.

Bersyukur Bisa Merawat di Masa Terakhir

Anji merasa bersyukur karena bisa merawat sang ibunda tiga bulan sebelum Siti Sundari wafat. Selama itu lah banyak momen yang terjadi yang sangat menyentuh pria bernama asli Erdian Aji Prihartanto itu.

"Mama ini sangat adil. Di waktu-waktu terakhirnya, Mama memberikan jeda waktu supaya kami terbiasa kehilangan. Mama memberikan waktu kepada saya, abang saya Hery, dan keluarga untuk bisa merawat beliau. Jadi kami merasa adil," jelasnya.

"Saya sangat bersyukur sekali selama tiga bulan bisa punya waktu buat merawat mamah, yang saya pindahkan tinggalnya di dekat rumah saya," tambahnya.

Pesan Anji untuk Memaafkan dan Menghargai Waktu

Anji pun meminta semua pihak untuk memaafkan sang ibunda serta mendatanginya, jika mendiang Siti Sundari punya hutang piutang.

Bahkan, Anji juga menyelipkan pesan menyentuh kepada para pelayat untuk menggunakan waktu sebaik mungkin.

"Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini yang bisa diberikan seseorang kepada orang lain selain waktu. Semua yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya. Semoga kita selalu menjadi makhluk yang bersyukur," ujar Anji. (Ari).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.