Mau Syawalan dengan Sri Sultan HB X? Datang ke Kepatihan Tanggal 30 Maret 2026!
Joko Widiyarso March 27, 2026 11:14 AM

 

 


 
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana hangat dan kerinduan warga Yogyakarta untuk bersilaturahmi dengan pimpinannya akan kembali terobati pada momen Syawalan Idulfitri 1447 H tahun ini.

Sempat ditiadakan pada tahun sebelumnya menyusul kebijakan pemangkasan anggaran yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto, tradisi open house Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, dipastikan kembali digelar.

Acara yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat umum ini akan dilangsungkan di Kompleks Kepatihan pada Senin, 30 Maret 2026.

Sebagai informasi, Open House ini merupakan acara tahunan di mana masyarakat dari berbagai kalangan dapat datang langsung untuk bersua dan bersalaman dengan Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X. 

Antusiasme warga terhadap tradisi ini sangat tinggi, terbukti dengan jumlah pengunjung yang selalu menyedot hingga 2.000 sampai 3.000 orang.

Jika biasanya ribuan warga yang hadir disuguhi dengan berbagai kuliner prasmanan, perhelatan tahun 2026 ini membawa nuansa yang lebih membumi dan kental dengan budaya lokal. 

Pemerintah Daerah DIY memutuskan untuk menyuguhkan aneka makanan dan minuman khas angkringan bagi para tamu yang hadir.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa perubahan konsep hidangan ini tidak mengurangi esensi dari acara silaturahmi tersebut, melainkan justru menghidupkan ekosistem usaha kecil di Yogyakarta.

"Pada prinsipnya ini adalah momen pimpinan daerah bertemu dengan rakyat dan relasinya," ungkap Ni Made Dwipanti Indrayanti.

"Catatannya adalah apa yang disuguhkan. Besok kami akan menyediakan menu angkringan, ada sekitar 70 angkringan. Kami melibatkan UMKM untuk penyediaannya. 

"Satu angkringan itu bisa mengambil nasi kucing dan sate dari berbagai tempat (pelaku usaha). Jadi tidak hanya menggunakan satu catering saja.

Berdayakan UMKM

Kehadiran 70 gerobak angkringan yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung yang dirasakan oleh warga, menjadikan momen Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga kolaborasi sosial ekonomi.

Meski acara ini tetap mengusung semangat keterbukaan untuk masyarakat luas, pihak panitia perlu melakukan penyesuaian waktu penyelenggaraan. Mengingat padatnya jadwal Gubernur DIY, warga yang ingin bersalaman langsung diimbau untuk memperhatikan waktu kedatangan.

"Untuk umum tetap terbuka, namun kami batasi waktunya karena jam 13.00 beliau ada agenda courtesy dengan Duta Besar. Rencananya dimulai jam 09.00 atau jam 10.00, masih kami komunikasikan agar waktunya cukup bagi tamu. Nanti informasinya akan kami publish," pungkasnya.

Hadirnya kembali open house di Kompleks Kepatihan dengan sajian khas angkringan ini menjadi kesempatan yang sangat dinantikan. 

Bagi banyak warga, ini adalah momen langka untuk bisa berjabat tangan langsung dengan Sultan HB X, sebuah tradisi yang sempat terputus dan kini kembali hadir membawa kehangatan di tengah-tengah masyarakat Yogyakarta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.