Bek tengah Inter Milan, Alessandro Bastoni, mendapatkan sambutan yang jauh berbeda dari biasanya saat kembali ke Bergamo untuk membela Tim Nasional Italia dalam laga krusial babak playoff kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara, Jumat (27/3/2026). Di stadion tempat ia menimba ilmu sepak bola sejak belia, Bastoni justru menerima dukungan penuh alih-alih cemoohan yang belakangan kerap menerpanya di kompetisi domestik.
Turun sebagai starter dalam skema tiga bek sejajar bersama Gianluca Mancini dan Riccardo Calafiori, penampilan Bastoni di Bergamo menjadi sorotan tajam. Pasalnya, sang pemain tengah berada dalam pusaran kontroversi menyusul insiden pada laga Inter Milan melawan Juventus beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut memicu reaksi negatif dari suporter lawan di berbagai stadion di Italia.
Bastoni sebelumnya sempat menjadi sasaran sorakan keras saat melakoni laga tandang bersama Inter di markas Lecce, Como, hingga AC Milan. Ia dituding melakukan provokasi yang mengakibatkan Pierre Kalulu terjatuh dan menerima kartu merah, sebuah tindakan yang kemudian ia rayakan secara emosional di lapangan.
Namun, kebencian suporter di level klub tampaknya tidak terbawa ke panggung internasional. Publik Bergamo memilih untuk menanggalkan rivalitas demi memberikan dukungan total kepada Gli Azzurri yang tengah berjuang mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia. Tidak terdengar siulan atau ejekan yang ditujukan kepada Bastoni sepanjang pertandingan berlangsung.
Kondisi kondusif ini memberikan dampak positif bagi mentalitas para pemain di lapangan. Berikut adalah beberapa poin penting terkait situasi pertahanan Italia dalam laga tersebut:
Keputusan suporter untuk tetap objektif memberikan ruang bagi Bastoni untuk tampil maksimal tanpa tekanan psikologis dari tribun. Hal ini menjadi sinyal penting bahwa kepentingan tim nasional masih berada di atas sentimen antarklub bagi para pecinta sepak bola di Italia.