Kasus Pembacokan 3 Kakak Beradik, Pelaku Sempat Petik Kelapa di Watukobu, Sikka
Gordy Donovan March 27, 2026 11:47 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Sebelum melakukan pembacokan terhadap tiga warga di Desa Watukobu, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Rabu, 25 Maret 2026 malam, pagi harinya pelaku sempat memetik kelapa di kebun warga.

Pelaku, S (27), memiliki kemampuan dan keahlian memanjat kelapa milik warga dan menerima upah atas pekerjaannya. 

Aktivitas ini dilakukan pelaku setelah kembali merantau dari Pulau Kalimantan.

Pelaku sudah berkeluarga dan memiliki dua anak dan sempat merantau sekitar tujuh tahun lalu dan kini kembali ke kampung halamannya. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Diduga Mabuk Seorang Pria Bacok Warga di Watukobu Sikka, 2 Luka Berat

Petik Kelapa Milik Warga

Setiap hari, pelaku bekerja memanjat kelapa milik warga di desa.

Demikian informasi dari keluarga dekat pelaku S kepada TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Jumat, 27 Maret 2026, pagi.

Keluarga menyebutkan dalam keseharian, pelaku adalah pekerja yang rajin dan terampil. 

Pelaku mengalami perubahan pasca-kembali dari Kalimantan; awalnya periang dan banyak bicara, kini menjadi pendiam. 

Namun, ketika disuruh bekerja, ia tetap rajin membantu keluarga atau warga.

Mengenai kejadian pembacokan, keluarga menyebutkan bahwa pagi harinya pelaku sempat bekerja memetik kelapa. 

Menjelang siang, ia sempat pergi ke kios untuk membeli rokok, dan sore harinya berada bersama para korban.

Namun, pada malam hari, pelaku masuk ke rumah salah satu korban dan melakukan aksi pembacokan. 

Setelah membacok para korban, pelaku tidak melarikan diri. Ia sempat memegang parang, menghadiri acara di rumah salah satu warga, dan meminta air di rumah warga lain dekat Jembatan Napun Seda, Kewapante.

Sebelum menyerahkan diri, pelaku sempat pergi ke hutan, lalu pada pagi hari menyerahkan diri kepada Brimob Maumere dan kemudian dibawa ke Polsek Kewapante.

"Jadi malamnya mungkin pelaku tidur di hutan, baru pagi hari menyerahkan diri ke Brimob Maumere,"kata keluarga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Sebelumnya, pelaku diduga melakukan tindak pidana penganiayaan berat terhadap tiga warga di Dusun Habihogor, Desa Watukobu, Kecamatan Kewapante, Sikka, NTT, dan telah diamankan pasca-kejadian, Rabu, 25 Maret 2026, malam.

S, warga Desa Watukobu, merupakan pelaku pembacokan terhadap tiga warga. Dua korban mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di RS Kewapante, sedangkan satu korban mengalami luka ringan. Para korban adalah kakak-beradik yang saat kejadian sedang berada di rumah Yohanes dan sedang duduk sambil karaoke. Pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan menyerang para korban.

Informasi yang diperoleh TRIBUNFLORES.COM di Desa Watukobu, Sikka, Kamis, 26 Maret 2026, siang, menjelaskan bahwa pelaku saat ini telah diamankan di sel Mapolres Sikka setelah diamankan anggota Brimob Maumere. Diduga pelaku sedang mengalami gangguan kesehatan mental. Bahkan, pelaku juga pernah melakukan tindak pidana di desanya.

Saat ini, pelaku yang baru kembali dari Kalimantan sedang menjalani pemeriksaan. Pelaku sudah berkeluarga dan bertetangga dengan para korban di Desa Watukobu, Sikka.

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, melalui Kasi Humas, Ipda Leo Tunga, membenarkan adanya kejadian di Watukobu, Sikka. Ia menegaskan bahwa polisi sedang bekerja dan akan memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.