TRIBUNJAMBI.COM - Kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah mendadak ramai dikunjungi sejumlah tokoh penting pada Rabu (25/3/2026).
Mulai dari mantan menteri, purnawirawan jenderal polisi, hingga staf khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak hadir bergantian sejak pukul 10.30 WIB.
Meski dibalut suasana silaturahmi Lebaran 2026, kehadiran para pejabat dan mantan pejabat ini menarik perhatian publik karena dilakukan secara maraton di rumah pribadi sang mantan kepala negara.
Hasan Nasbi, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) yang kini menjabat Komisaris Pertamina, menjadi tamu pertama yang hadir.
Ia mengaku hanya melakukan diskusi ringan tanpa agenda politik khusus.
"Ngobrol gitu-gitu aja kita ngobrol. Ngobrol biasa-biasa saja, seperti ngobrol keadaan, sharing-sharing, kayak gitu aja. Tidak ada pembahasan khusus," ungkap Hasan Nasbi dikutip dari TribunSolo.com.
Berbeda dengan Hasan, mantan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi datang dengan membawa agenda organisasi.
Sebagai Ketua Umum Projo, Budi Arie melaporkan rencana penguatan struktur relawan di tingkat daerah.
"Kita konsolidasi, tadi sudah laporan ke Bapak. Dalam waktu dekat kita akan bikin Konferda, Konfercap di seluruh Indonesia. Kita lakukan konsolidasi di seluruh Indonesia," jelas Budi Arie.
Baca juga: Sosok Gus Iqdam, Temui Jokowi di Solo Bareng Wabup Blitar, Doakan Sehat
Baca juga: Iran Tolak Proposal Damai AS, Dianggap Sepihak dan Pelumpuhan Pertahanan
Kejutan muncul dengan hadirnya dua Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni Tina Talisa dan Suwardi.
Tina, yang merupakan mantan jurnalis senior, menegaskan kehadirannya adalah representasi stafsus Wapres untuk menjaga silaturahmi.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menitipkan pesan kebangsaan yang mendalam.
"Pesan beliau, kita sama-sama terus menjaga persatuan, kerukunan, dan mudah-mudahan kita sama-sama dalam keadaan sehat lahir batin, itu yang terpenting," tutur Tina Talisa.
Daftar Tokoh yang Hadir di Kediaman Jokowi:
Reuni Pejabat "Gerbong" Jokowi
Kehadiran Condro Kirono juga mempertegas relasi kuat Jokowi dengan para purnawirawan Polri.
Condro, yang memiliki karier cemerlang sebagai mantan Kapolda Jateng, kini kembali dipercaya mengawal BUMN strategis di Pertamina.
Sementara itu, kehadiran Suwardi, akademisi yang konsisten mengawal survei elektabilitas Gibran sejak di Solo, menunjukkan bahwa lingkaran dalam (inner circle) Jokowi tetap solid meskipun ia sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Kunjungan maraton ini membuktikan bahwa pesona dan pengaruh politik Jokowi di kediamannya di Solo tetap menjadi magnet bagi para pengambil kebijakan di era pemerintahan saat ini.
1. Hasan Nasbi
Sebelumnya, Hasan Nasbi yang merupakan pengamat sekaligus konsultan politik dilantik sebagai Kepala PCO pada 21 Oktober 2024.
Belum ada satu tahun bertugas, ia sempat mengajukan pengunduran diri pada 21 April 2025.
Baca juga: Dokter Tifa Bantah Mundur dari Kasus Ijazah Palsu dan Temui Jokowi di Solo
Baca juga: Abdul Wahid Ajukan Eksepsi Lawan Dakwaan JPU KPK: Pembunuhan Karakter
Namun, ia akhirnya batal mundur setelah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tetap bertugas.
Hingga akhirnya, pada 17 September 2025, Hasan Nasbi masuk dalam gerbong reshuffle.
Semasa menjadi Kepala PCO, Hasan Nasbi sempat menjadi sorotan publik setelah memberikan pernyataan terkait kasus pengiriman kepala babi kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana pada Maret 2025.
Pernyataannya yang menyarankan agar kepala babi tersebut "dimasak saja" menuai kritik karena dinilai tidak sensitif dan kurang empati terhadap ancaman terhadap jurnalis.
Sebelum masuk ke pemerintahan, pria asal Bukittinggi, Sumatera Barat ini mendirikan lembaga survei Cyrus Network.
Di Pilpres 2014 dan 2019, Hasan Nasbi juga menyatakan dukungannya terhadap Jokowi 2014 dan 2019.
Hingga akhirnya pada Pilpres 2024, Hasan Nasbi menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
2. Budi Arie
Selain Hasan Nasbi, tokoh lain yang mendatangi rumah Jokowi adalah mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi.
Dalam pertemuan itu, Budi Arie yang menjadi Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo) juga melaporkan agenda kegiatan organisasi relawan Projo kepada Jokowi.
Diketahui, Projo merupakan salah satu organisasi relawan terbesar pendukung Jokowi yang didirikan pada Agustus 2013.
Organisasi relawan ini dibentuk untuk mendukung pencalonan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan berlanjut mengawal pemerintahannya hingga tahun 2024.
Sementara Budi Arie dikenal sebagai aktivis, praktisi media, sekaligus politikus.
Ia pernah ikut mengelola sejumlah media hingga mendirikan surat kabar serta pernah menjadi direktur di sejumlah perusahaan.
Beberapa di antaranya PT Daya Mandiri, NKE Investama, hingga PT Mitra Lumina Indonesia.
Budi Arie lantas terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta pada periode 1998–2001.
Kariernya di partai terus berkembang saat ia dipercaya menjadi Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPD PDI-P DKI Jakarta pada 2005–2010.
Kemudian, ia absen di dunia politik hingga mendirikan Projo.
Di pemerintahan, Budi Arie dilantik menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mendampingi Abdul Halim Iskandar pada 25 Oktober 2019.
Kemudian, pada 17 Juli 2023, ia dilantik oleh Jokowi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), menggantikan Johnny G Plate yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek BTS.
Ia menjabat sebagai Menkominfo hingga berakhirnya masa pemerintahan Jokowi periode 2019–2024.
Memasuki era pemerintahan Prabowo Subianto, Budi Arie kembali dipercaya menjadi Menteri Koperasi dan resmi dilantik dalam Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024.
Namun, pada 8 September 2025, ia mengalami reshuffle kabinet dan posisinya sebagai Menteri Koperasi digantikan oleh Ferry Juliantono.
3. Condro Kirono
Eks Kapolda Jawa Tengah, Condro Kirono juga ikut menyambangi rumah Jokowi.
Saat ini, Condro Kirono menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) per 12 Juni 2025.
Ini adalah kedua kalinya Condro Kirono menduduki jabatan tersebut.
Sebelumnya, ia pernah mengisi jabatan serupa di perusahaan migas itu pada November 2019.
Namun, pada Juli 2021, Condro Kirono dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris PT Pertamina.
Tak lama setelah pencopotannya di Pertamina, Condro Kirono kemudian sempat dipilih menjadi Komisaris Independen PT Pos Indonesia.
Sebelum bertugas di perusahaan pelat merah, pria kelahiran Surakarta ini dikenal sebagai purnawirawan perwira tinggi (Pati) di dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Jabatan terakhir Condro Kirono sebelum pensiun adalah Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1984 ini sepanjang masa dinasnya sudah pernah mengemban berbagai jabatan strategis.
Dikutip dari asabri.co.id, Condro mendapat penugasan pertama di Papua selama enam tahun. Di sana, ia menjadi Kapolsek.
Ia juga tercatat pernah menduduki posisi sebagai Kapolresta Tegal Polda Jateng (2002), Wadirlantas Polda Sumut (2003), dan Kapoltabes Yogyakarta Polda DIY (2004).
Condro Kirono sempat menjadi Dirlantas Polda Kalsel (2006), Dirlantas Polda Jatim (2007), Dirlantas Polda Metro Jaya (2008), dan Karobinops Sops Polri (2010).
Karier Condro makin cemerlang setelah menjabat sebagai Kapolda Riau pada tahun 2013. Lalu, pada tahun 2016, ia ditunjuk menjadi Kapolda Jateng.
Puncak kariernya terjadi saat ia menjabat sebagai sebagai Kabaharkam Polri pada 2019.
Menjelang masa pensiun pada Desember 2019, ia pun dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri.
4. Tina Talisa
Sosok lain yang juga mendatangi rumah Jokowi di Solo adalah Tina Thalisa yang kini menjadi staf khusus (stafsus) Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka.
Tina Thalisa menjelaskan kedatangannya hanya sebagai perwakilan stafsus Wapres RI untuk bersilaturahmi dengan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Diketahui, Tina Talisa diangkat sebagai Staf Khusus Wapres pada Desember 2024. Sebelumnya, pada periode 2020 hingga 2024, ia menjadi Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.
Baca juga: Open House di Istana - SBY Dijamu Presiden Prabowo, Jokowi Nanti Sore
Baca juga: Merosot, Perhiasan di Jambi Rp8,9 Juta per Mayam, 27/3/2026 Emas Antam Rp2.810.000
Padahal, wanita kelahiran Bandung ini awalnya meniti jalur pendidikan sebagai seorang tenaga kesehatan dengan meraih gelar Sarjana Kedokteran Gigi dari Universitas Padjajaran tahun 2001.
Kemudian di kampus yang sama, ia meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi.
Karier Tina di media dimulai dari radio lokal di Bandung. Dari sana, langkahnya merambah ke televisi nasional.
Popularitasnya menanjak terutama lewat program-program talkshow politik dan debat publik.
Tak lama setelah duduk sebagai stafsus wapres, Tina Talisa juga ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang niaga dan distribusi energi.
Penunjukan ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 4 Juli 2025 lalu.
5. Suwardi
Terakhir, ada sosok Suwardi yang juga mengunjungi rumah mantan Wali Kota Solo.
Suwardi merupakan seorang akademisi dari yang ditunjuk sebagai Stafsus Wapres Gibran Rakabuming Raka per 9 Desember 2024.
Di kalangan civitas akademika Kota Solo, nama Suwardi sudah tidak asing lagi. Ia kerap muncul dengan hasil survei maupun komentarnya terkait dinamika politik daerah.
Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo itu pernah membuat survei untuk Gibran saat maju sebagai Wali Kota Solo periode 2021-2024.
Direktur Solo Raya Polling ini memunculkan Gibran sebagai tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi. Saat itu 90 persen mengenal putra sulung Jokowi ini.
Berdasarkan informasi di laman fisip.unisri.ac.id, Suwardi tercatat mengajar di program studi Ilmu Administrasi Negara.
Suwardi menjadi akademisi atau dosen sejak tahun 1993. Dengan demikian, ia telah mengabdi selama lebih kurang 31 tahun di bidang pendidikan tinggi sebelum akhirnya mendapat kepercayaan menjadi Staf Khusus Wapres.
Staf Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Tina Talisa mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
Tina yang hadir dengan kebaya putih dan bawahan batik menyebut, kunjungan ini mewakili jajaran Stafsus Wapres untuk bersilaturahmi langsung dengan Jokowi.
Seperti diketahui, Wapres Gibran Rakabuming Raka memiliki 4 stafsus yaitu Tina Talisa, Achmad Adhitya, Nico Harjanto dan Suwardi. Namun dalam pertemuan itu, hanya Tina dan Suwardi yang menemui Jokowi di Solo.
“Kami mewakili staf khusus wakil presiden, ada Pak Suwardi, senior kami dan juga saya, hadir silaturahmi kepada presiden ke-7, Bapak Jokowi,” kata Tina dikutip, Kamis (26/3/2026).
Ia menyampaikan, pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan.
Dalam pertemuan itu, Jokowi juga memberi sejumlah wejangan terkait kondisi kebangsaan. Salah satunya adalah pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah dinamika nasional.
“Pesan beliau, kita sama-sama terus jaga persatuan, kerukunan, dan mudah-mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat lahir batin, itu yang paling penting,” ucap eks presenter TV peraih Panasonic Gobel Award 2012 ini.
Adapun salah satu diskusi antara Tina dengan Jokowi yakni soal perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Proyek tersebut sebelumnya dipastikan akan dilanjutkan bahkan dipercepat oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintahan Prabowo menunjukkan komitmen keberlanjutan pembangunan tersebut lewat penganggaran Rp48,8 triliun untuk tahun 2025-2029.
Tina mengungkap, semangat persatuan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan program-program strategis pemerintah, termasuk pembangunan IKN yang membutuhkan dukungan semua elemen.
“Tadi saya juga diskusi soal IKN dengan Pak Jokowi. Saya terakhir ke IKN itu 21 Januari 2026 sebagai tindak lanjut arahan Pak Wapres untuk mendorong agar kami dari Sekretariat Wakil Presiden secara bergiliran dan bergantian berkantor dalam kawasan IKN. Langkah ini juga menegaskan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia,” kata Tina.
Baca juga: Ribuan PPPK Terancam Dipecat Jika Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen, Di Jambi Ada Berapa PPPK?
Baca juga: Jadwal Bioskop WTC, Jamtos, Transmart dan Cinepolis Lippo, Ada Danur dan Suzzanna
Baca juga: Abdul Wahid Ajukan Eksepsi Lawan Dakwaan JPU KPK: Pembunuhan Karakter
Baca juga: Prediksi Skor Afrika Selatan vs Panama di International Friendlies 28/3/2026 Pukul 00.30 WIB