Cerita Pengunjung Ragunan Saat Libur Idulfitri 2026: Ada yang Happy, Sebagian Kecewa
GH News March 27, 2026 02:13 PM
Jakarta -

Pengunjung memadati kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan selama libur Lebaran 2026. Di tengah ramainya kunjungan, muncul beragam pengalaman dari para wisatawan, ada yang nyaman, sebagian kecewa.

detikTravel mengunjungi Ragunan pada Selasa, (24/3/2026). Saat itu, Ragunan memperlihatkan dua sisi, jalan menuju kebun binatang relatif lancar, tetapi situasi di dalam kebun binatang sangat berbeda. Bagi pengunjung dua wajah itu juga dirasakan. Sebagian pengunjung menilai Ragunan menjadi tempat rekreasi yang cukup menyenangkan pada hari itu, tetapi ada pula yang menyimpan catatan kurang oke.

Anggi Wisnu Pratama (30), seorang pengunjung dari Pondok Gede, mengatakan bahwa perjalanannya berjalan lancar tanpa masalah. Dia mengendarai sepeda motor dan tiba di Gerbang Utara Ragunan hanya dalam tempo 45 menit.

"Enggak macet alhamdulillah, aman. Menurut saya kepadatan sedang lah, masih di batas nyaman. Kalau biasanya kan wah udah nggak kebayang nih Ragunan kayak gimana," kata Wisnu yang datang bertiga bersama keluarganya kepada detikTravel di lokasi.

Terkait kebersihan, Wisnu cukup memaklumi kondisi di lapangan. Ia menyadari jumlah pengunjung yang membludak membuat petugas kewalahan membersihkan sampah.

"Wajar kalau kebersihan mungkin kurang, namanya lagi banyak kayak gini kan, jumlah petugas nggak sesuai sama pengunjung. Kan manusiawi lah, tapi sejauh ini aman," dia menambahkan.

Namun, kenyamanan yang dirasakan Wisnu berbanding terbalik dengan pengalaman Anita Carolina (22). Pengunjung asal Depok yang berangkat siang hari pukul 12.00 WIB ini memang tidak terjebak macet di jalan, tetapi ia mendapati suasana di dalam Ragunan sangat menyesakkan penuh keramaian.

"Sumpek banget sih, Mas, sampai agak pusing juga," kata Anita.

Merujuk data yang ada, total kunjungan TM Ragunan pada hari itu sebanyak 69.890 orang, yang terdiri dari 19.674 anak dan 50.216 dewasa. Dengan total kendaraan 65 bus, 3.296 roda empat, 8.093 roda dua, dan 54 sepeda.

Anita menyoroti situasi yang mengkhawatirkan terkait pemahaman pengunjung terhadap isu-isu lingkungan dan kesejahteraan hewan, yang melampaui sekadar rasa tidak nyaman. Dia mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap kondisi kebun binatang yang dipenuhi sampah, terutama di area terbuka yang hijau.

Kekecewaan Anita mencapai puncaknya saat ia menyaksikan perilaku sembrono para pengunjung lainnya. Aturan larangan merokok, yang ditampilkan secara mencolok pada spanduk-spanduk berukuran besar, tampaknya tak lebih dari sekadar simbol belaka.

"Pertegas soal buang sampah dan ngerokok sih. Sampah masih berserakan di mana-mana dan masih banyak yang ngerokok, padahal banyak anak-anak, lansia, dan ibu hamil," kata dia.

Dari pantauan detikTravel situasi di TM Ragunan itu memang selaras dengan pernyataan Anita. Saat memasuki kawasan TM Ragunan masih banyak pengunjung yang merokok dan buang sampah sembarangan, padahal Ragunan secara ketat menerapkan Perda No. 2 Tahun 2005 DKI Jakarta Tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 88 Tahun 2010 tentang kawasan bebas Rokok. yang menetapkan kebun binatang ini sebagai Kawasan Dilarang Merokok.

Hal yang paling ironis di momen liburan ini adalah perlakuan pengunjung terhadap satwa. Alih-alih mengedukasi, Anita justru menjadi saksi mata tindakan nir-empati.

"Tadi saya lihat di kandang ada sampah botol, jujur kecewa banget. Bahkan ada hewan dilemparin popcorn, dan ada yang ngeludah ke dalam kolam biawak. Saya ngeri hewan-hewannya pada stres dilempar-lemparin sampah," ujar Anita.

Dia ragu untuk menyinggung hal itu secara terbuka, khawatir akan memicu keributan dengan pengunjung yang menurutnya "agresif".

Anita berharap ada kesadaran kolektif yang lebih tinggi di kalangan masyarakat, yang sangat penting untuk menjaga ruang publik ini, memastikan tempat ini terus berkembang sebagai destinasi wisata yang ramah bagi semua makhluk hidup yang menghuninya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.