Traveler yang mempunyai impian untuk liburan ke Hungaria, bisa 'pemanasan' dengan merasakan sebagian kecil budayanya di Jakarta. Bagaimana caranya?
Dengan keragaman budaya nan indah yang dimiliki Hungaria, Mangkuluhur Artotel Suites bekerja sama dengan Pemerintah Hungaria menghadirkan 'Hungarian Culinary & Culture Festival 2026'. Semarak agenda ini akan membawa traveler untuk mencicipi hidangan khas Hungaria yang rasanya familiar dengan lidah orang Indonesia.
Pada konferensi pers agenda tersebut di Mangkuluhur Artotel Suites, Kamis (26/3/2026), Chief Operating Officer Artotel Group, Eduardo Rudolf Pengkerego, menyampaikan penyelenggaraan festival ini tak hanya sebagai ajang pengenalan budaya, tetapi juga sebagai penguat hubungan antara Indonesia dan Hungaria.
"Kami berharap bahwa festival ini tidak hanya menyenangkan perasaan saja, tetapi juga mendukung serta menghargai budaya yang lebih mendalam. Dan juga memperkuat hubungan antar dua negara," kata Edu dalam sambutannya.
Adapun, General Manager Mangkuluhur Artotel Suites, Faisal Tranggono, mengatakan kesempatan berharga sangat bisa dimanfaatkan untuk masyarakat yang ini merasakan hidangan khas Hungaria tanpa harus merogoh kocek yang dalam. 'Hungarian Culinary & Culture Festival 2026' ini diselenggarakan mulai 26 Maret hingga 6 April.
Baginya dalam mempererat hubungan negara melalui aspek kuliner itu tak ada batasannya. Sehingga kesempatan berharga yang diberikan kepada pihaknya ini disambut dengan tangan terbuka, terlebih untuk memberikan pengalaman baru terhadap pasar Indonesia.
Konferensi pers 'Hungarian Culinary & Culture Festival 2026' di Mangkuluhur Artotel Suites. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
|
"Ini adalah salah satu tonggak kolaborasi terpenting kami di awal tahun 2026. Ini menjadi landasan bagi serangkaian acara berkualitas tinggi tahun ini, membuktikan bahwa Mangkuluhur Artotel Suites lebih dari sekadar tempat menginap," ujar Faisal.
"Ini adalah 'tempat suci' di mana cita rasa, seni, dan warisan bertemu," kata dia.
Memperkuat Hubungan Lewat Urusan Perut
Coorporate Manager F&B Artotel Group, Siregar Rizdian, menjelaskan kolaborasi dalam aspek kuliner ini mampu menghubungkan sebuah budaya.
"Maka dari itu, kita Artotel melakukan ajang event internasional seperti ini untuk meng-highlight mengangkat kuliner Hungaria yang sangat kaya cita rasa, atas storytelling-nya, dan supaya ke depannya hubungan antar dia negara ini bisa lebih baik," kata Rizdian.
Ada beberapa hidangan khas Hungaria yang diboyong beserta para chef kenamaan negara dengan Ibu Kota Budapest itu. Rizdian menyebut salah satu hidangan yang tersaji adalah goulash, sebuah olahan daging yang kaya akan rempah yang cocok dengan lidah Indonesia.
Hadir pula, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay. Setelah hampir 10 tahun berada di Indonesia, Lilla menyampaikan salah satu cara cepat untuk mengenal budaya adalah dengan kuliner.
Dan ia pun menuturkan bawa kuliner Hungaria tak jauh berbeda dengan kuliner Indonesia. "Cara cepat terhubung dengan orang-orang adalah adalah melalui urusan perut. Dan kita sangat mirip, Indonesia punya rendang, kita punya beef stew, Indonesia punya sup buntut, kita punya goulash soup," ujar dia.
Bagi traveler yang penasaran dengan budaya kuliner Hungaria, pengalaman tersebut dibanderol dengan harga Rp 388.000 per pax.








