Dokter Internship Meninggal Suspek Campak, Ini Kelompok yang Berisiko Fatal saat Terpapar
GH News March 27, 2026 02:13 PM
Jakarta -

Kasus meninggalnya dokter internship di Cianjur pada 26 Maret 2026 menjadi 'warning' campak bisa berujung fatal saat pasien mengalami komplikasi. Kementerian Kesehatan RI mewanti-wanti mereka yang belum divaksinasi alias tidak memiliki perlindungan melawan virus, rentan mengalami gejala berat pasca terpapar.

Siapa saja yang berisiko fatal saat terkena campak? Ini penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Dikutip dari laman resmi WHO, siapa pun yang tidak memiliki kekebalan (tidak divaksinasi atau divaksinasi tetapi tidak membentuk kekebalan) dapat terinfeksi. Anak-anak kecil yang belum divaksinasi dan ibu hamil memiliki risiko tertinggi mengalami komplikasi campak parah.

Campak masih umum terjadi, terutama di beberapa bagian Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Sebagian besar kematian akibat campak terjadi di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah atau infrastruktur kesehatan yang lemah yang kesulitan menjangkau semua anak dengan imunisasi.

Kerusakan infrastruktur kesehatan dan layanan kesehatan di negara-negara yang mengalami atau pulih dari bencana alam atau konflik mengganggu imunisasi rutin, dan kepadatan di kamp-kamp pengungsi meningkatkan risiko infeksi. Anak-anak dengan kekurangan gizi atau penyebab lain dari sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko kematian tertinggi akibat campak.

Waspadai Gejalanya

Gejala campak biasanya mulai muncul 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Ruam yang mencolok adalah gejala yang paling terlihat.

Gejala awal biasanya berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Gejala tersebut meliputi:

  • pilek
  • batuk
  • mata merah dan berair
  • bintik-bintik putih kecil di bagian dalam pipi.

Ruam mulai muncul sekitar 7 hingga 18 hari setelah terpapar, biasanya di wajah dan leher bagian atas. Ruam menyebar selama sekitar 3 hari, akhirnya ke tangan dan kaki. Biasanya berlangsung selama 5 higga 6 hari sebelum memudar.

Sebagian besar kematian akibat campak disebabkan oleh komplikasi yang terkait dengan penyakit tersebut.

Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
  • kebutaan
  • ensefalitis (infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak dan berpotensi kerusakan otak)
  • diare parah dan dehidrasi terkait
  • infeksi telinga
  • masalah pernapasan parah termasuk pneumonia.

Jika seorang wanita tertular campak selama kehamilan, hal ini dapat membahayakan ibu dan dapat mengakibatkan bayinya lahir prematur dengan berat badan rendah.

Komplikasi paling sering terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa di atas usia 30 tahun. Komplikasi lebih mungkin terjadi pada anak-anak yang kekurangan gizi, terutama mereka yang kekurangan vitamin A atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat HIV atau penyakit lainnya. Campak itu sendiri juga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membuat tubuh 'lupa' cara melindungi diri dari infeksi, sehingga anak-anak menjadi sangat rentan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.