Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat capaian signifikan di awal berdirinya.
Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana yang digelar di kantor desa, Kamis (26/03/2026), koperasi ini dilaporkan telah memiliki aset lebih dari Rp800 juta.
KDMP Beiwali menjadi salah satu koperasi pertama di wilayah tersebut yang telah mengantongi modal simpanan anggota sejak awal operasional. Aset ratusan juta rupiah itu berasal dari pengalihan aset Koperasi Desa “Fa Masa”, yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Koperasi Merah Putih Beiwali, Domi Maghi, mengatakan mayoritas masyarakat mendukung transformasi manajemen dari Koperasi “Fa Masa” menjadi KDMP Merah Putih.
“Sekitar 80 persen masyarakat setuju. Memang ada beberapa yang masih mempertanyakan soal aset karena belum memahami sepenuhnya. Namun kami sudah jelaskan bahwa aset tersebut tetap milik ‘Fa Masa’ yang kemudian dialihkan secara sah setelah koperasi Merah Putih berbadan hukum sejak 16 Juni,” ujar Domi di Bajawa, Jumat (27/03/2026).
Ia menambahkan, antusiasme warga terlihat dari kesiapan mereka mendukung pengembangan koperasi, termasuk rencana pembangunan gerai usaha.
“Saat ini kami sedang mengajukan permohonan pinjam pakai lahan milik pemerintah daerah kepada Bupati untuk pembangunan gerai koperasi di Desa Beiwali,” jelasnya.
Menurut Domi, Desa Beiwali memiliki beragam potensi ekonomi yang siap dikembangkan melalui koperasi, seperti kopi, jahe, kacang merah, sektor hortikultura, hingga peternakan.
“Selama ini sektor hortikultura dan peternakan belum dikelola secara optimal. Ini menjadi peluang besar yang akan kami garap ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhei Ngebu, menegaskan pentingnya pengurus koperasi tetap berpegang pada nilai dan asas perkoperasian dalam menjalankan usaha.
“Meskipun koperasi ini mendapat dukungan modal dari pemerintah, pelaksanaannya harus tetap menjunjung tinggi prinsip kekeluargaan dan gotong royong,” tegasnya.
Ia berharap tambahan modal dari pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Kita harapkan koperasi ini berkembang baik dan benar-benar mendorong ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bernadinus juga menyoroti besarnya potensi lokal Desa Beiwali, khususnya komoditas kopi dan jahe yang dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Selain kopi, jahe juga punya nilai ekonomi tinggi dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Komandan Kodim 1625 Ngada, Letkol Inf. Imam Subekti, S.E., M.I.P., menyampaikan pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan program Koperasi Merah Putih di wilayah Ngada dan Nagekeo.
“Terdapat 42 titik koperasi yang sedang kami pacu progresnya di dua wilayah ini. Target kami bisa dilaunching pada Agustus mendatang,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, program ini menargetkan pembangunan 319 gerai koperasi di wilayah Ngada dan Nagekeo, dengan rincian 206 gerai di Kabupaten Ngada dan 113 gerai di Kabupaten Nagekeo. (cha)