Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Volume sampah di kawasan Puncak Bogor mengalami peningkatan hingga 50 persen selama musim liburan.
Meningkatnya volume sampah ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang beraktivitas serta membludaknya wisatawan saat libur lebaran.
Petugas kebersihan pun berjibaku untuk membersihkan sampah setiap harinya agar tidak terjadi penumpukan.
Dalam sehari, 10 armada truk diotimalkan untuk mengangkut sampah dengan menambah jumlah ritase dari sekali angkut menjadi dua kali angkut.
Kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wilayah III Ciawi, Hendri mengungkapkan pihaknya harus bergerak lebih awal dalam bekerja.
"Jadi kita berangkat itu jam 12 malam, anak-anak udah naik ke atas, terus buang, balik lagi tuh subuh balik ke atas lagi, ngangkat yang kedua kalinya, pulangnya sore pasti karena udah kejebak macet," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (29/3/2026).
Hendri mengungkapkan, sampah-sampah tersebut terdiri dari kemasan makanan berbahan plastik hingga stearofoam.
Menurutnya, tingginya volume sampah ini belum sebanding dengan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampahnya.
Pasalnya, kata dia, sampah-sampah tak hanya menumpuk pada satu titik di tempat pembuangan sampah, akan tetapi juga berserakan di jalan.
"Mereka datang ke Puncak itu dengan berbagai macam makanan, tapi sayangnya makanannya itu bukannya yang tinggal buang sampah sedikit gitu, tapi bisa dua kali, karena mereka botol aqua main lempar ke jalan, stearofoam buang ke jalan," katanya.
Akan hal tersebut, Hendri pun mengimbau kepada mayarakat untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan.
Ia meminta agar masyarakat mengelola sampahnya masing-masing sebelum dibuang dan tidak membuangnya sembarangan.
Sebab, kata dia, kebersihan bukan tanggungjawab petugas namun juga menjadi tanggungjawan bersama.
"Kami ini hanya pengangkut sampah, tolong sampah ini merupakan kewajiban kita bersama-sama. Sampahku adalah sampahmu gitu, harusnya kan kalau di mobil menyediakan trash bag dan membuangnya ke tempat sampah itu mungkin lebih amanah ya, lebih tertib gitu," katanya.