TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Sebanyak l07 anak mengikuti kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada Sabtu (28/3/2026).
Berlangsung sejak pagi hingga menjelang magrib di Kantor Kecamatan Karossa ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara PC TIDAR Mamuju Tengah, Pemerintah Daerah Mamuju Tengah, BSMI Mamuju, dan BEM Universitas Wallacea.
Baca juga: Sempat Terbang Tinggi Harga Ayam Jumbo di Mamuju Tengah Kini Rp80 Ribu Dulu Rp100 Ribu per Ekor
Baca juga: Khawatir Jadi Sarang Ular Warga Minta Pemerintah Pangkas Rumput Liar di Jalan Poros Bayor Mateng
Kegiatan ini menjangkau warga dari 11 desa di Kecamatan Karossa.
“Kegiatan ini sangat baik dan berdampak langsung bagi masyarakat Mamuju Tengah,” ungkap Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Minggu (29/3/2026).
Askary menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait kepesertaan BPJS Kesehatan.
Ia meminta agar warga yang sakit namun BPJS-nya tidak aktif segera melapor ke aparat dusun dan desa.
Askary menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen terus memperjuangkan hak kesehatan masyarakat.
Menurutnya, akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau merupakan hak dasar yang harus dipenuhi bagi seluruh warga.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Askary juga menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan, mahasiswa, tenaga medis, dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses terselenggaranya aksi sosial ini.
“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi fondasi utama dalam membangun Mamuju Tengah yang lebih sehat dan sejahtera,” ucapnya.
Kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Kehadiran negara, kata Askary, harus benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa.
Sebelumnya, Anggota DPRD Dapil Karossa sekaligus Ketua PC TIDAR Mamuju Tengah, Nuriman, menyampaikan bahwa kesehatan adalah hak semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, bahkan hingga ke pelosok desa.
Ia menegaskan komitmen TIDAR untuk terus menjadi garda terdepan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sementara itu, perwakilan BSMI Mamuju, Edi Purnomo, menyampaikan bahwa kehadiran relawan BSMI didasari oleh panggilan hati untuk mengabdi tanpa mengharapkan imbalan.
“Relawan BSMI hadir bukan untuk mencari bayaran, tetapi untuk menjemput keberkahan dan nilai kemanusiaan,” tuturnya.
Presiden Mahasiswa Universitas Wallacea sekaligus Ketua BEM, Asrullah, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam ruangan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat.
“Pada akhirnya, setelah dari bangku kuliah, kita akan kembali mengabdi untuk masyarakat,” ujarnya.
Asrullah juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari Pemerintah Daerah Mamuju Tengah, Dinas Kesehatan, Camat Karossa, Puskesmas Durikumba, hingga PC TIDAR dan BSMI Mamuju.
(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah