Dari Titik Terendah hingga Bisa Ibadah ke Mekkah, Ini Perjalanan Inspiratif Siti Patimah Azzahra
Irwan Wahyu Kintoko March 29, 2026 08:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bagi Siti Patimah Azzahra, hidup sejak awal adalah tentang perjuangan. 

Lahir dari keluarga sederhana, Siti tumbuh dengan pemahaman bahwa tidak semua hal bisa didapatkan mudah.

Namun justru dari keterbatasan itu, ia belajar satu hal penting yang kini menjadi pegangan hidupnya hidup tidak ada yang sempurna hingga belajar bersyukur.

Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus.

Baca juga: ARZE Tayang di KlikFilm, Potret Ibu, Cinta Tanpa Syarat dan Perjuangan Hidup di Negara yang Bergolak

Saat menempuh pendidikan, Siti sempat berada di titik terendah, sampai harus bertahan dengan kondisi finansial yang terbatas, menyelesaikan skripsi yang tak kunjung rampung, dan menghadapi tekanan hidup seorang diri.

Situasi semakin sulit ketika ancaman mutasi pekerjaan ke lokasi yang jauh dari kampus menghampiri kondisi yang nyaris menggagalkan mimpinya untuk lulus tepat waktu.

Namun, di tengah situasi tersebut, harapan datang di waktu yang paling dibutuhkan.

Baca juga: PNM Goes to School, Perkuat Pemberdayaan Ultra Mikro di Masa Depan dengan Pengembangan Generasi Muda

Pada April 2017, Siti bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. 

Ia mendapatkan pekerjaan yang lokasinya dekat dengan kampus dan tempat tinggalnya, kemudahan yang ia yakini sebagai jawaban atas doa yang tak pernah putus dipanjatkan.

"Saya bersyukur mampu menyelesaikan kuliahnya dan wisuda tepat waktu," kata Siti dalam siaran persnya, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Tak berhenti di sana, kerja kerasnya juga berbuah manis setelah di tahun yang sama, ia terpilih sebagai salah satu best employee.

Dari ribuan karyawan, hanya 60 orang yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan penghargaan ke Jakarta.

Perjalanan itu menjadi sangat bermakna bagi Siti.

Itu adalah kali keduanya menginjakkan kaki di Jakarta setelah pertama kali datang saat masih kecil bersama ayahnya.

Baca juga: Perempuan Tumbuh Bersama PNM, Menggerakkan Ekonomi Keluarga hingga Komunitas

Kini, ia kembali dengan cerita yang berbeda, sebagai orang berhasil menjemput prestasinya sendiri.

Bagi Siti, perjalanan tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan simbol bahwa masa lalu tidak membatasi masa depan.

Tahun 2018 menjadi babak yang lebih besar dalam hidupnya. 

PNM memberinya reward berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah untuk pertama kalinya.

Baca juga: Dari Sabang hingga Merauke, PNM Tebar Kebaikan Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Di saat yang sama, ia juga dipercaya mengemban tanggung-jawab sebagai Manager Regional Mekaar (MRM).

Kepercayaan itu menjadi titik penting yang menandai bahwa perjuangannya selama ini tidak sia-sia.

Kini, Siti masih mengemban amanah sebagai MRM Serang 1, berperan aktif dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar. 

Pada tahun 2024, ia kembali menerima reward umrah kedua atas kinerjanya selama 2023 sebuah pencapaian yang dahulu bahkan tak pernah ia bayangkan.

Baca juga: Kisah Inspiratif Binaan PNM, Hikayati Ikhlas Mengajar di Ruang Sederhana hanya Beralaskan Lantai

Pada tahun 2025, Siti melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), sebuah kesempatan yang juga difasilitasi oleh PNM.

Langkah ini bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas waktu, selama seseorang berani memperjuangkannya.

Bagi Siti, perjalanan hidupnya adalah rangkaian pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan.

"Dalam setiap fase hidup, selalu ada tantangan yang membuat kita hampir menyerah, tapi saya percaya, selama kita terus berusaha dan bersyukur, akan selalu ada jalan yang dibukakan," kata Siti.

Baca juga: Kisah Inspiratif Pendiri Cheria Holiday, Anak Petani yang Mampu Boyong 11 Anaknya Keliling Dunia

Kisah Siti Patimah Azzahra menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya.

Dengan kerja keras, doa, dan rasa syukur, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya.

Dari anak sederhana yang hampir kehilangan harapan, kini ia berdiri sebagai orang yang tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan bagi banyak orang di sekitarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.