Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Polres Tasikmalaya Kota mencatat ratusan ribu kendaraan sudah meninggalkan Tasikmalaya. Bahkan, hari ini menjadi puncak arus balik lebaran kedua 2026, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan data dari Pos Pengamanan Letter U Gentong Tasikmalaya yang dikutip TribunPriangan.com, jumlah kendaraan dari Bandung menuju Tasikmalaya H-7 sampai H+6 berjumlah 383.715 berbagai jenis kendaraan.
Untuk rinciannya, Mobil besar berjumlah 9.828 kendaraan, Mobil sedang 15.636 kendaraan, Mobil kecil 159/417 kendaraan dan Sepeda motor 198.834 unit.
Sementara kendaraan yang sudah meninggalkan Tasikmalaya menuju Bandung dan sekitar berjumlah 242.831 kendaraan berbagai jenis dengan rincian Mobil besar 9.819, Mobil sedang 14.604, Mobil kecil 106.529 dan Sepeda motor 111.879.
Total keseluruhan mencapai 626.546 kendaraan selama arus mudik dan arus balik lebaran 2026.
Baca juga: Arus Balik Macet Parah di Jatinangor Sumedang Tadi Sore
"Kita tahu untuk puncak arus balik lebaran sudah terjadi pada Kamis malam, tapi saat ini ada puncak arus balik kedua. Karena volume kendaraan dari arah Jawa masuk ke jalur Gentong meningkat," ucap Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Riki Kustiawan dikonfirmasi TribunPriangan.com, Minggu (29/3/2026).
AKP Riki mengatakan, saat ini jumlah kendaraan didominasi roda dua yang melintas dari arah Barat maupun Timur.
"Kalau sekarang malah didominasi roda dua, karena memang pada arus mudik lebaran pemudik yang menggunakan motor cukup tinggi juga," jelasnya.
Meskipun begitu pihaknya tetap berjaga dan melakukan serangkaian upaya rekayasa lalin agar tidak terjadi antrean panjang.
"Untuk hari ini sudah masuk kegiatan KRYD, karena Operasi ketupat Lodaya 2026 sudah selesai terhitung tanggal 25 Maret kemarin," ucapnya.
Ia menegaskan, tim gabungan belum dibubarkan dan tetap berjaga di masing-masing pos pelayanan, terpadu dan pengamanan di jalur Gentong Tasikmalaya.
"Kemungkinan tim gabungan akan dibubarkan pada pukul 24.00 Minggu malam sekaligus berakhirnya operasi ketupat Lodaya 2026," tuturnya.(*)