WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pergerakan masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 memperlihatkan peningkatan signifikan pada layanan kereta api lokal yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Di antara berbagai layanan tersebut, KA Siliwangi mencatatkan jumlah pelanggan tertinggi dan menjadi pilihan utama masyarakat di wilayah Jawa Barat.
Dominasi KA Siliwangi terlihat dari tingginya volume pelanggan pada sejumlah perjalanan. KA 341 relasi Cipatat–Sukabumi tercatat dipesan 24.123 pelanggan, diikuti KA 344 relasi Sukabumi–Cipatat sebanyak 23.367 pelanggan, KA 343 dengan 23.065 pelanggan, serta KA 346 yang dipesan 19.506 pelanggan.
Capaian ini menempatkan KA Siliwangi sebagai layanan dengan kontribusi terbesar dalam pergerakan pelanggan KA lokal selama periode Lebaran.
Berdasarkan data periode Angkutan Lebaran 2026, berikut 10 KA Lokal dengan jumlah pemesanan tertinggi:
1. KA 341 Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi dengan 24.123 pelanggan
2. KA 344 Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat dengan 23.367 pelanggan
3. KA 343 Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi dengan 23.065 pelanggan
4. KA 346 Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat dengan 19.506 pelanggan
5. KA 493 Pandanwangi relasi Jember–Ketapang dengan 18.254 pelanggan
6. KA 492 Pandanwangi relasi Ketapang–Jember dengan 17.671 pelanggan
7. KA 491 Pandanwangi relasi Jember–Ketapang dengan 16.452 pelanggan
8. KA 342 Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat dengan 16.155 pelanggan
9. KA 494 Pandanwangi relasi Ketapang–Jember dengan 15.766 pelanggan
10. KA 268 Banyubiru relasi Semarang Tawang–Solo Balapan dengan 14.050 pelanggan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa tingginya minat pada layanan kereta api lokal mencerminkan kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang efisien dan terjangkau.
“Layanan kereta api lokal memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah. Tingginya volume pelanggan pada KA Siliwangi menunjukkan bahwa konektivitas antarkota dengan tarif terjangkau menjadi faktor utama dalam memilih transportasi,” ujar Anne dalam siaran tertulis pada Minggu (29/3/2026).
KA Siliwangi merupakan layanan kereta api ekonomi bersubsidi yang menghubungkan Sukabumi, Cianjur, hingga Cipatat dengan tarif Rp5.000.
Keunggulan tarif ini semakin terasa ketika dibandingkan dengan moda darat lainnya pada rute yang sama.
Perjalanan menggunakan bus, travel, atau kendaraan pribadi umumnya memerlukan waktu sekitar 3 hingga 4 jam, bahkan dapat mencapai 4–5 jam pada periode padat seperti akhir pekan dan musim liburan.
Sementara itu, KA Siliwangi mampu menempuh perjalanan dalam waktu sekitar 2 jam 15 menit dengan waktu yang lebih konsisten.
Kepastian waktu tempuh ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama Lebaran.
Jalur rel yang bebas dari kepadatan lalu lintas memberikan pengalaman perjalanan yang lebih terukur dan nyaman.
Layanan ini juga memiliki makna strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian di Jawa Barat melalui reaktivasi jalur yang menghubungkan kembali wilayah Sukabumi, Cianjur, hingga Cipatat.
Sepanjang lintasan, KA Siliwangi melayani berbagai wilayah dengan karakter ekonomi yang beragam, mulai dari pusat aktivitas kota hingga kawasan pertanian dan permukiman.
Baca juga: Update Arus Balik Lebaran 2026: Okupansi Kereta Tembus 123,8 Persen Hari Ini
Perjalanan pelanggan dimulai dari Sukabumi sebagai pusat kegiatan regional, dilanjutkan melalui Gandasoli, Cireungas, dan Lampegan yang dikenal dengan terowongan bersejarahnya.
Kereta api kemudian melintasi Cibeber dan Cianjur sebagai titik tengah yang aktif secara ekonomi, sebelum melanjutkan perjalanan ke Ciranjang dan Cipeuyeum hingga tiba di Cipatat.
Dari Cipatat, pelanggan memiliki kemudahan untuk melanjutkan perjalanan menuju Padalarang dan Bandung menggunakan layanan lanjutan, sehingga membuka akses yang lebih luas menuju kawasan metropolitan.
Selain mendukung mobilitas harian, jalur ini juga menghadirkan panorama alam khas Jawa Barat, mulai dari hamparan sawah hingga perbukitan yang membentang di sepanjang lintasan.
Akses ini turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pergerakan tenaga kerja, perdagangan lokal, serta perjalanan untuk pendidikan dan kebutuhan lainnya.
KAI terus memastikan layanan kereta api lokal tetap andal dan terintegrasi, sehingga dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.
“Layanan KA lokal akan terus dikembangkan untuk memberikan akses transportasi yang efisien, aman, dan terjangkau bagi masyarakat di berbagai daerah,” tutup Anne.