Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran berada dalam posisi tertekan.
Bahkan disebut mengemis kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak(28/2/2026).
Di sisi lain, Teheran justru mengajukan sejumlah syarat baru dalam merespons proposal Washington terkait penghentian perang.
Menurut laporan yang dikutip dari sumber Iran, pemerintah Teheran telah mengirimkan tanggapan resmi terhadap rencana 15 poin yang diajukan AS pada Rabu malam (25/3/2026).
Saat ini, Iran masih menunggu respons lanjutan dari pihak Amerika.
Dalam tanggapan tersebut, Iran menegaskan hak kedaulatannya atas Selat Hormuz serta menyampaikan sejumlah tuntutan utama.
Tuntutan itu mencakup penghentian aksi militer yang disebut menargetkan pimpinan Iran, pemberian kompensasi dan reparasi perang.
Kemudian jaminan agar konflik tidak terulang, serta penghentian permusuhan oleh seluruh pihak yang terlibat di kawasan.
Sumber Iran juga menilai pro posal Amerika Serikat tidak mencerminkan niat damai yang sesungguhnya.
Mereka menduga langkah tersebut hanya upaya untuk membangun citra seolah ingin mengakhiri perang.
Sekaligus menjaga stabilitas harga minyak dan membuka peluang eskalasi lanjutan.
Sinyal keterlibatan diplomatik tetap muncul, setelah utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyebut ada indikasi Iran mulai mempertimbangkan jalur negosiasi sebagai satu-satunya opsi.
Trump juga mengklaim bahwa angkatan laut dan angkatan udara Iran telah dilumpuhkan.
Serta menyebut Iran lemah dalam pertempuran namun kuat dalam negosiasi.
Sumber: https://english.almayadeen.net/news/politics/exclusive--iranian-source-rebuts-trump--gift--claim
#Teheran #iran #korut #as