Beroperasi Pasca Lebaran, Persiapan RPH Tambak Osowilangun Surabaya Masuki Tahap Akhir
Titis Jati Permata March 27, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Unit Tambak Osowilangun (TOW) Surabaya ditargetkan mulai berjalan pada waktu dekat. 

Persiapan fasilitas milik PT Rumah Potong Hewan Surabaya Perseroda tersebut kini memasuki tahap akhir persiapan.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, menegaskan operasional RPH Unit Tambak Osowilangun ditargetkan mulai berjalan setelah seluruh persiapan tuntas. 

"Pengoperasian yang rencana 31 Maret itu kan kesepakatannya setelah Lebaran. Tapi ternyata pembenahan sarana prasarana yang dijanjikan belum tuntas. Jadi diselesaikan dulu semuanya, baru mereka pindah,” ujar Fajar ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Jumat (27/3/2026).

Pembenahan untuk Tunjang Operasional

Ia menjelaskan, pembenahan yang dilakukan tidak bersifat besar, namun cukup penting untuk menunjang operasional pemotongan hewan. 

Karena itu, pengoperasian diputuskan menunggu semua perbaikan selesai agar tidak menimbulkan masalah setelah mitra jagal pindah.

Baca juga: RPH Pegirian Segera Dipindah ke Osowilangun, Eri Cahyadi: Disulap Jadi Parkir Terpadu Ampel

Menurut Fajar, beberapa pembenahan tersebut meliputi pemasangan penunjuk arah menuju lokasi RPH, penyempurnaan lampu penerangan jalan, penyediaan air, hingga perbaikan fasilitas gantungan daging karkas. "Pembenahannya sebenarnya minor, tapi penting” jelasnya.

Pihaknya tidak ingin operasional dipaksakan jika fasilitas belum benar-benar siap. Sebab, hal itu bisa menimbulkan kendala setelah aktivitas pemotongan berjalan.

“Jangan sampai mereka (jagal) sudah pindah, lalu muncul masalah. Prinsipnya diselesaikan dulu pembenahannya, baru operasional,” katanya.

Mundur Bulan April 2026

Fajar menyebut, jadwal operasional kemungkinan mundur ke bulan April 2026. 

Namun, kepastian tanggal masih menunggu hasil pengecekan lapangan dan penyelesaian pekerjaan. 

"Bisa jadi April. Saya masih akan cek lagi perkembangan terakhir. Kalau semua sudah siap, baru operasional,” ujarnya.

Menurutnya, selain merapikan fasilitas, pihaknya juga menggandeng mitra jagal dalam persiapan pengoperasian. Manajemen membuka ruang dialog agar seluruh proses berjalan lancar.

“Kami membuka ruang dialog. Prinsipnya, semua aspek harus siap agar pelayanan pemotongan berjalan optimal sejak hari pertama,” ujarnya.

Koordinasi dengan Mitra Jagal dan Instansi Terkait

Sejumlah persiapan yang dilakukan di antaranya koordinasi bersama mitra jagal dan instansi terkait. 

Pertemuan telah digelar pada 25 Februari 2026 dan dilanjutkan pertemuan lanjutan pada 11 Maret 2026.

Kepala Bagian Pemotongan RPH Surabaya, drh. Nowo Siswo Yuworo, mengatakan pertemuan lanjutan digelar untuk menindaklanjuti masukan dari para mitra jagal terkait kesiapan operasional. 

"Kami memastikan menindaklanjuti sejumlah masukan terkait kesiapan operasional, terutama fasilitas yang perlu diperbaiki atau dilengkapi,” ujar Nowo saat dikonfirmasi terpisah.

Perbaikan Sarana dan Prasarana

Menurut Nowo, masukan dari mitra jagal menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. 
Beberapa perbaikan sarana dan prasarana di RPH Tambak Osowilangun akan diakomodasi oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai bentuk dukungan terhadap operasional unit baru tersebut.

Selain itu, mitra jagal juga menyoroti kondisi lingkungan kawasan yang dinilai rawan banjir. Mereka juga mengusulkan perbaikan beberapa fasilitas pendukung.

Menanggapi hal tersebut, manajemen RPH Surabaya menyatakan seluruh masukan mitra jagal akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya. 

Selanjutnya, usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama instansi terkait.

Survei Lapangan

RPH memastikan, para mitra jagal juga sepakat untuk melakukan survei lapangan bersama ke lokasi RPH Tambak Osowilangun. 

Survei ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan sarana dan prasarana sebelum operasional dimulai.

RPH Tambak Osowilangun dibangun sebagai fasilitas pemotongan hewan yang lebih modern dan higienis. 

Fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan standar pelayanan pemotongan hewan di Kota Surabaya, khususnya dalam menjaga kualitas daging dan standar keamanan pangan.

Dengan koordinasi antara manajemen RPH Surabaya, mitra jagal, Pemerintah Kota Surabaya, serta aparat terkait, diharapkan operasional RPH Tambak Osowilangun dapat berjalan lancar dan meningkatkan kualitas layanan pemotongan hewan di Surabaya.

RPH TOW secara fasilitas telah siap beroperasi. Bahkan, fasilitas di sana lebih modern dibandingkan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad. 

Fasilitas baru ini mampu menampung 150 ekor sapi Brahman Cross (BX), 80 ekor sapi lokal, hingga 28 unit handrail.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.