Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Tim Wildlife Response Unit (WRU) dari BPBD Aceh Barat bergerak cepat melakukan penanganan terhadap kemunculan gajah liar yang dilaporkan masuk ke perkampungan warga di Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Menanggapi laporan masyarakat, Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, kepada Serambinews.com, Jumat (27/3/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi guna melakukan upaya penghalauan terhadap satwa tersebut yang hingga jumat sore masih di lokasi tersebut.
“Kami sudah mengirim tim untuk melakukan penghalauan agar gajah tersebut kembali menjauh dari pemukiman warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan sementara, hanya satu ekor gajah yang terdeteksi berkeliaran di kawasan tersebut.
Tim di lapangan saat ini terus berupaya menggiring gajah tersebut kembali ke habitat alaminya dengan pendekatan persuasif dan metode yang aman, baik bagi warga maupun satwa.
Baca juga: Gajah Liar Rusak Sawit dan Tanaman Pangan di SD Lango, Warga Resah
Namun demikian, Ronal menegaskan bahwa jika upaya penghalauan tidak membuahkan hasil maksimal, pihaknya siap menambah personel untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar keberadaan gajah tidak semakin mendekati pemukiman warga.
Menurutnya, kemunculan gajah liar ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, kawanan gajah di wilayah tersebut sempat tidak terlihat selama beberapa bulan.
Kemunculan kembali satu ekor gajah saat ini diduga merupakan bagian dari kelompok lama yang pernah berada di kawasan tersebut.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, hingga saat ini belum ada laporan gajah masuk ke area pemukiman padat penduduk.
Kendati demikian, warga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
Upaya pemantauan sebelumnya juga pernah dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam dengan rencana pemasangan alat pelacak GPS pada salah satu gajah.
Namun, rencana tersebut belum berhasil direalisasikan karena satwa tersebut menghilang dan sulit didekati.
Ke depan, BPBD bersama BKSDA berencana menyusun langkah strategis lanjutan guna mempermudah pemantauan pergerakan gajah liar.
Hal ini penting dilakukan untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.(*)