Tak Ada Antrean Panjang, Harga BBM SPBU di Banda Aceh Stabil di Tengah Isu Selat Hormuz
Amirullah March 27, 2026 08:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga bahan bakar minyak (BBM) sejumlah SPBU di Banda Aceh masih stabil di tengah memanasnya pembatasan kapal yang melintas di Selat Hormuz, salah satu jalur vital pasokan minyak dunia.

Pantauan Serambi di lapangan, tidak ada antrean panjang dan pengisian BBM berlangsung kondusif di sejumlah SPBU seperti kawasan Jeulingke dan Lamnyong, Jumat (27/3/2026).

Kemudian harga-harga seperti BBM jenis Pertalite masih di angka Rp 10.000/liter dan tersedia, Pertamax 92 seharga Rp 12.600/liter, Pertamax Turbo 98 harga Rp 13.350/liter, serta Pertamina Dex Rp 14.800/liter.

Salah seorang petugas SPBU di Banda Aceh mengaku belum ada kabar terkait kenaikan harga, terutama untuk BBM jenis Pertalite yang memang disubsidi pemerintah.

Hanya saja jenis BBM nonsubsidi, baik dari lini Pertamax Series maupun Dex Series terus berubah, meski demikian terakhir mengalami perubahan harga pada Februari dan berlaku mulai 1 Maret lalu.

Baca juga: WN Singapura Tewas Dibunuh, Jasad Dicor dan Dibuang ke Sungai di Cilacap, Pelaku Ditangkap

“Harga masih stabil belum ada perubahan, cuma Pertamax yang berubah terus tapi terakhir bulan dua kemarin,” ucap petugas yang tak ingin disebut namanya. 

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari minyak mentah (crude) dari berbagai negara.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan energi. Apalagi Iran belum membuka Selat Hormuz untuk kapal Indonesia.

"Atas dasar itu bahwa Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara," ujar Bahlil saat sidak di SPBU Colomadu, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Sementara itu, dua kapal Pertamina milik Indonesia masih tertahan di Teluk Arab. Keduanya yakni kapal tanker raksasa Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) saat ini masih melakukan komunikasi dengan otoritas Iran agar dua kapal Pertamina diizinkan melintasi Selat Hormuz.(*)

Baca juga: Iran Ancam Serang Hotel yang Menampung Tentara AS di Timur Tengah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.