Jakarta (ANTARA) - Puncak kedatangan pemilir di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, diprediksi terjadi Minggu (29/3) seiring berakhirnya libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 dan dimulainya aktivitas sekolah dan kantor pada Senin (30/3).
"Untuk puncak kedatangan diprediksi besok Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3) karena aktivitas sekolah dan pekerja banyak yang mulai masuk Senin (30/3),” kata Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan pemilih telah berdatangan di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak Jumat pagi.
Hingga Jumat siang, tercatat ada 806 penumpang yang datang menggunakan 78 unit bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
Ia mengatakan kedatangan penumpang akan terus bertambah hingga Jumat sore dan malam nantinya.
Sementara itu, arus balik juga masih terlihat dengan keberangkatan penumpang dari terminal mencapai 261 orang dan 29 unit bus.
Sebelumnya, kedatangan di terminal pada Kamis (26/3) tercatat 1.527 penumpang yang menggunakan 127 bus.
Pengelola terminal bersama UP PKB Cilincing juga melakukan pemeriksaan terhadap lima unit bus AKP yang digunakan dalam angkutan arus balik.
Dari lima kendaraan yang diperiksa, hanya satu bus yang lulus dan empat kendaraan tidak lulus uji. Petugas pun telah meminta penggantian bus kepada perusahaan otobus.
Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 14 pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan hasilnya seluruh pengemudi dinyatakan sehat dan laik untuk mengemudi.
“Sejak posko dibuka pada Jumat (13/3) hingga Kamis (26/3), sudah diberikan layanan kepada 222 orang yang terdiri dari pengemudi dan pengguna jasa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP),” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada pengemudi bus meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, tes kadar alkohol, serta tes narkoba.
Sebanyak 172 pengemudi telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan 132 orang dinyatakan sehat dan 54 orang tidak laik melakukan perjalanan
"Kami juga menangani 36 pemudik yang mengalami gangguan kesehatan ringan. Keluhan yang paling banyak dirasakan pasien adalah batuk, flu, migrain, hingga pegal-pegal akibat kelelahan selama perjalanan," kata dia.





