TRIBUNNEWS.COM - Melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), siswa diajak untuk menoleh kembali pada warisan nenek moyang yang menjadi fondasi karakter bangsa.
Bab ini membimbing peserta didik untuk mengeksplorasi bagaimana kearifan lokal bekerja sebagai benteng pertahanan budaya sekaligus perekat sosial.
Dengan menganalisis berbagai tradisi dan aturan adat, siswa diharapkan mampu memahami bahwa setiap kebiasaan lokal memiliki filosofi mendalam yang bertujuan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Uji Kompetensi ini dirancang untuk mengasah daya kritis siswa dalam melihat relevansi budaya daerah di era modern.
Pembelajaran ini menjadi sangat penting agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam melestarikan kekayaan nusantara demi memperkokoh persatuan nasional.
Informasi dan materi ini bersumber dari buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk kelas VI SD/MI, buah karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Fokus pembahasan kali ini tertuju pada Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa, khususnya pada bagian Uji Kompetensi.
Berikut adalah ulasan kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 108 yang dapat digunakan sebagai panduan pendamping belajar bagi siswa maupun referensi bagi orang tua dalam memantau perkembangan akademik anak.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 107 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Lihat di Lingkungan Sekitar
1. Tuliskan 2 budaya atau tradisi yang ada di daerahmu yang mengandung nilai kearifan lokal!
2. Apa nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya?
3. Apa manfaat kearifan lokal tersebut bagi daerahmu?
4. Bagaimana caramu untuk menjaga nilai-nilai tersebut tetap hidup di masyarakat?
1. Dua budaya/tradisi yang mengandung nilai kearifan lokal:
2. Nilai kearifan lokal yang terkandung:
3. Manfaat kearifan lokal bagi daerah:
4. Cara menjaga nilai-nilai tersebut tetap hidup:
Kema Uma Gua adalah sebuah tradisi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Tradisi ini mengatur bahwa semua kebun masyarakat menjadi kebun adat dan pengelolaannya dipercayakan kepada pemimpin adat tertinggi yang akan mengatur ritual pembukaan dan penutupan musim tanam. Saat pembukaan musim tanam, masyarakat akan melakukan pembibitan dan penanaman padi. Bibit padi yang dipakai, diambil dari rumah adat Ana Deo. Selain terdapat bibit, di dalam rumah ada juga tersedia peralatan berkebun. Jika musim tanam berakhir, masyarakat tidak diperbolehkan menanam padi, harus diganti dengan tanaman lain seperti tanaman palawija contohnya jagung. Jika dilanggar, maka akan dikenakan denda.
Kebun adat pun memiliki aturan tersendiri, yaitu terdiri dari tujuh petak. Enam petak pertama melambangkan kebutuhan hidup manusia, dan petak ke tujuh melambangkan hadiah bagi burung, yang menjadi simbol pemilik alam.
Tuliskan kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi Kema Uma Gua tersebut!
Kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi Kema Uma Gua:
Aga dan teman-temannya selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Suatu saat, sekolah mengadakan program "Ayo, Berbahasa Daerah" yang dilakukan setiap hari Rabu. Hari itu, semua anak disarankan untuk menggunakan bahasa daerah tempat Aga tinggal dalam percakapan sehari-hari.
Aga dan beberapa anak lainnya bukan berasal dari daerah ini. Ia sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa daerah setempat. Beberapa temannya memutuskan untuk mengabaikan program ini dan tetap menggunakan bahasa Indonesia.
Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan kasus tersebut!
1. Jelaskan pendapatmu tentang program sekolah "Ayo, Berbahasa Daerah" yang diadakan sekolah Aga!
2. Bagaimana pendapatmu tentang sikap teman-teman Aga yang mengabaikan program tersebut?
3. Jika program tersebut ada di sekolahmu, dan kamu bukan berasal dari daerah tempatmu tinggal saat ini, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan jawabanmu!
4. Nilai kearifan lokal apa yang menurutmu dapat menyelesaikan permasalahan ini?
1. Pendapat tentang program sekolah:
Program tersebut sangat baik karena bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya bangsa agar tidak punah di tengah arus modernisasi.
2. Pendapat tentang sikap teman-teman Aga:
Sikap mereka kurang tepat. Seharusnya mereka mencoba menghargai program tersebut meskipun sulit, bukan langsung mengabaikannya, karena bahasa daerah adalah kekayaan budaya yang patut dihormati di mana pun kita berada.
3. Apa yang akan dilakukan jika berada di posisi Aga:
Saya akan tetap mencoba mengikuti program tersebut dengan cara belajar perlahan. Saya bisa meminta bantuan teman yang mahir bahasa daerah untuk mengajari kata-kata sederhana. Ini adalah bentuk adaptasi dan penghormatan terhadap tempat saya tinggal sekarang.
4. Nilai kearifan lokal yang dapat menyelesaikan masalah ini:
Nilai "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung." Nilai ini mengajarkan kita untuk selalu menghargai dan mengikuti adat istiadat atau aturan yang berlaku di tempat kita berada, sehingga tercipta harmoni dan toleransi antarwarga yang berbeda latar belakang.
Disclaimer:
(Tribunnews.com/Farra)