Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Maret 2026, Ketika Iman Diuji
Gordy Donovan March 28, 2026 04:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 28 Maret 2026.

Tema renungan harian Katolik "Ketika Iman Diuji".

Renungan harian Katolik untuk hari Sabtu Pekan V Prapaskah, Santo Doroteus dari Gaza, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 28 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu Palma 29 Maret 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama Yehezkiel 37:21-28

Katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 

Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. 

Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 

Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 

Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 

Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 

Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”

Mazmur Tanggapan: Yer. 31:10,11-12ab,13
Ref.Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref.Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Ayat. Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Bacaan Injil : Yohanes 11:45-56

“Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.”

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Kekristenan

Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” 

Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Ketika Kebenaran Ditolak, Iman Diuji

Pendahuluan: Iman di Tengah Ketegangan Dunia

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berada di persimpangan antara mengikuti kebenaran atau menyesuaikan diri dengan tekanan dunia. Bacaan Injil hari ini dari Yohanes 11:45-56 menghadirkan situasi yang sangat manusiawi sekaligus dramatis: ketika mukjizat besar justru memicu penolakan, bahkan rencana pembunuhan.

Inilah inti dari renungan Katolik hari ini, sebuah undangan untuk merenungkan bagaimana kita bersikap ketika iman kita diuji. Apakah kita berani berdiri di pihak Kristus, atau justru mundur karena takut?

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Isi Injil: Antara Percaya dan Menolak
Mukjizat yang Mengguncang Dunia

Perikop ini terjadi setelah Yesus membangkitkan Lazarus—sebuah tanda ilahi yang sangat kuat. Banyak orang yang melihat mukjizat itu akhirnya percaya kepada-Nya. Namun, tidak semua hati terbuka.

Sebagian orang justru pergi kepada kaum Farisi untuk melaporkan apa yang terjadi. Di sinilah konflik mulai memuncak.

Ketakutan yang Mengalahkan Kebenaran

Para imam kepala dan orang Farisi berkumpul dalam Mahkamah Agama. Mereka bukan mempertanyakan kebenaran mukjizat itu, tetapi lebih takut kehilangan kekuasaan.

Mereka berkata:

"Jika kita membiarkan Dia, semua orang akan percaya kepada-Nya, dan orang Romawi akan datang dan merampas tempat serta bangsa kita."

Ketakutan akan kehilangan posisi membuat mereka menolak kebenaran yang nyata di depan mata.

Nubuat yang Tidak Disadari

Kayafas, imam besar saat itu, berkata bahwa lebih baik satu orang mati untuk bangsa daripada seluruh bangsa binasa. Tanpa ia sadari, kata-katanya menjadi nubuat tentang pengorbanan Yesus.

Dalam misteri ilahi, bahkan rencana jahat manusia dapat dipakai Tuhan untuk menghadirkan keselamatan.

Refleksi Sabda Tuhan: Ketika Iman Berhadapan dengan Dunia

1. Iman Tidak Selalu Nyaman

Sering kali kita berpikir bahwa mengikuti Tuhan akan membawa kedamaian tanpa konflik. Namun Injil hari ini menunjukkan sebaliknya.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

Mengikuti Kristus bisa berarti:

Ditolak
Disalahpahami
Bahkan dilawan
Renungan harian Katolik ini mengajak kita menyadari bahwa iman sejati tidak selalu nyaman, tetapi selalu benar.

2. Bahaya Ketakutan Duniawi

Para pemimpin agama saat itu bukan tidak tahu kebenaran. Mereka melihat tanda, tetapi memilih menolak karena takut kehilangan kekuasaan.

Dalam hidup kita, ketakutan bisa muncul dalam bentuk:

Takut kehilangan pekerjaan
Takut dijauhi teman
Takut dianggap berbeda
Namun pertanyaannya:

Apakah kita lebih takut kehilangan dunia, atau kehilangan Tuhan?

3. Tuhan Bekerja di Balik Segala Hal

Meskipun Yesus menjadi target pembunuhan, rencana Allah tetap berjalan.

Kayafas yang bermaksud jahat justru menyampaikan nubuat keselamatan. Ini menunjukkan bahwa:

Tuhan tidak pernah kehilangan kendali.
Dalam renungan Injil Yohanes hari ini, kita diingatkan bahwa bahkan dalam situasi paling gelap, Tuhan sedang menenun rencana kasih-Nya.

Aplikasi Hidup: Berani Memilih Kristus

1. Setia dalam Hal Kecil

Kesetiaan kepada Tuhan dimulai dari hal sederhana:

Jujur dalam pekerjaan
Mengampuni sesama
Menyisihkan waktu untuk doa

2. Tidak Takut Bersaksi

Menjadi murid Kristus berarti berani menunjukkan iman, meskipun dunia tidak selalu menerima.

3. Percaya pada Rencana Tuhan

Ketika hidup terasa sulit, ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja.

Renungan Mendalam: Jalan Salib Sudah Dimulai

Perikop ini adalah awal dari keputusan untuk membunuh Yesus. Jalan salib bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi dimulai dari hati manusia yang menolak terang.

Yesus tahu apa yang akan terjadi, namun Ia tetap berjalan.

Ia tidak mundur. Ia tidak melawan dengan kekerasan. Ia memilih kasih.
Dan di situlah kita belajar:

Kasih sejati sering kali menuntut pengorbanan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, di tengah dunia yang sering menolak kebenaran, ajarilah aku untuk tetap setia.

Ketika aku takut, kuatkanlah aku. Ketika aku ragu, teguhkanlah imanku. Dan ketika aku harus memilih, berilah aku keberanian untuk memilih Engkau.

Amin.  (sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.