TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Setelah hampir 39 jam atau tiga hari bertahan di ketinggian, pria di Sekupang Batam bernama Imam (26) akhirnya mau dibujuk turun dari atas tower.
Sebelumnya Imam memanjat tower di samping Masjid Baiturrahman, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 20.40 WIB.
Beragam bujuk rayu dilakukan tapi tak membuahkan hasil.
Warga dan sejumlah petugas kepolisian hingga Basarnas terus memantau dan menjaga Imam dari bawah tower.
Akhirnya pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, Imam mau turun dan langsung dibawa ke BNNP Kepri
Baca juga: Viral Mahasiswi Semarang Panjat Tower 100 Meter, Tertawa saat Dievakuasi, Ngaku Iseng Uji Adrenalin
Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, menyampaikan Imam turun dari atas tower setelah dibujuk oleh tim yang hadir di lokasi, mulai dari Basarnas, Brimob, warga sekitar dan juga kepolisian dari Polsek Sekupang.
“Alhamdulillah, setelah hampir tiga hari, korban akhirnya berhasil dibujuk untuk turun dengan selamat," kata Hippal Tua.
Hippal Tua juga mengatakan selama proses penyelamatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi tetap dalam keadaan aman dan kondusif.
Hippal Tua mengatakan kini Imam sudah dibawa ke kantor BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes narkoba serta evaluasi kondisi psikologisnya.
Seperti diketahui peristiwa ini bermula pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 20.40 WIB, ketika warga melaporkan adanya seorang pria yang berada di atas tower dan diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh personel Polsek Sekupang yang dipimpin Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati Imam sudah berada di puncak tower yang berdiri tepat di samping Masjid Baiturrahman.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pasangan Sesama Jenis di Batam, Pelaku dan Korban Kenal di Media Sosial
Warga sekitar mengenali pria tersebut sebagai penghuni mess masjid yang sehari-hari aktif dalam kegiatan dakwah.
Polisi kemudian melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis untuk membujuk Imam agar turun.
Upaya negosiasi dilakukan secara intensif sepanjang malam, bahkan hingga Kamis (26/3/2026), dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari personel kepolisian, tim SAR Kota Batam, hingga Basarnas dan Brimob Polda Kepri.
Menurut keterangan saksi, Imam diduga tengah mengalami tekanan mental dalam beberapa waktu terakhir.
Pada hari kejadian, ia disebut tidak makan dan tidak tidur, sehingga kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Meski sempat dibujuk pada Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB, Imam masih menolak turun.
Proses negosiasi pun terus berlanjut hingga hampir tiga hari, dengan petugas tetap berjaga di lokasi dan terus melakukan komunikasi untuk memastikan keselamatannya.
Akhirnya, pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, Imam bersedia turun setelah dilakukan pendekatan intensif dan dialog yang menenangkan dari petugas serta tokoh agama setempat.